Penyuluh Agama, Jembatan Nilai - Nilai Ajaran Agama

  • 20 Feb 2026 20:51 WIB
  •  Tual

RRI.CO.ID, Langgur - Menjadi seorang penyuluh Agama bukan sekadar menyampaikan materi penyuluhan, berdiri dan berbicara atau mampu berdoa . Namun di balik tugas itu, ada tanggung jawab besar sebagai jembatan antara nilai - nilai ajaran agama yang sinkron dengan realitas kehidupan masyarakat.

Ungkapan ini disampaikan Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kabupaten Maluku Tenggara Romualdus Angwarmase, S. Fils.

Angwarmase menjelaskan di era digital saat ini, arus informasi begitu cepat dan hampir menyita waktu anak – anak. Maka Penyuluh Agama dituntut untuk hadir dengan pendekatan yang bijak, argumentatif, dan relevan, agar pesan iman dan kasih tepat sasaran.

“Kami sebagai penyuluh harus menjadi panutan, maka kami juga harus melakukan pendekatan – pendekatan kepada kelompok binaan agar mereka tertarik mengikuti bimbingan” Kata Angwarmase saat saat hadir dalam dialog Moderasi Beragama dengan topik“Besama Penyuluh Agama, Merajut Kerukunana Umat”.

Ia bercerita perbedaan dan pendekatan kepada setiap kelompok binaan juga berbeda-beda. Ia mencontohkan pendekatan remaja tentu berbeda dengan pendekatan kepada orang tua dan anak – anak. Di sisi lain dengan peberdaan itulah kreativitas diuji bagaimana menyampaikan pesan dengan sederhana, tetapi menyentuh hati.

Angwarmase bersyukur, menjadi penyuluh agama adalah panggilan mulia. Di balik kesulitan, ada kebahagiaan ketika melihat perubahan positif dalam diri masyarakat seperti meningkatnya kesadaran beribadah, tumbuhnya toleransi beragama serta menguatnya nilai-nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.

Bottom of Form

Rekomendasi Berita