Polda Sulteng Matangkan Pengamanan Idul Fitri Melalui Rakor Lintas Sektoral
- 11 Mar 2026 09:12 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID,Tolitoli-Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah (Sulteng), mulai mematangkan persiapan pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Kesiapan Operasi Ketupat Tinombala 2026, Selasa 10 Maret 2026.
Rakor yang dipimpin oleh Kapolda Sulteng Irjen Pol Dr Endi Sutendi itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Gubernur Sulteng diwakili Kaban Kesbangpol Provinsi Sulteng Ketua DPRD Provinsi Sulteng diwakili Ketua Komisi III DPRD, Kejati Sulteng, PT Sulteng, Pangdam XXIII/Palaka Wira diwakili Kapoksahli Pangdam Brigjen TNI Sugiono.
Selain itu, juga dihadiri Kabinda Sulteng diwakili Kabag OPS Bin Daerah Sulteng, BNN Provinsi Sulteng diwakili Ka BNN Kabupaten Bangkep, Danlanal Palu. Serta, turut hadir Wakapolda Sulteng, para Pejabat Utama (PJU) Polda Sulteng, Kapolres/Ta jajaran, serta perwakilan instansi terkait, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, sejumlah instansi terkait memaparkan kesiapan dukungan dalam operasi pengamanan lebaran, di antaranya Pertamina, PLN, Basarnas, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, serta Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulteng.
Dalam sambutannya, Kapolda Sulteng, menyampaikan perayaan Idul Fitri 1447 H, merupakan agenda nasional yang setiap tahun memicu peningkatan mobilitas masyarakat secara signifikan.
“Momentum Idul Fitri ini, dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah, bersilaturahmi, berlibur, dan berkumpul bersama keluarga. Hal ini tentu berdampak pada meningkatnya aktivitas dan pergerakan masyarakat secara masif,” ucapnya.
Kapolda juga mengungkapkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan RI, potensi pergerakan masyarakat selama masa mudik lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 50,6 persen dari total populasi atau sekitar 143,9 juta orang.
Karena itu, Rakor Lintas Sektoral dinilai penting untuk memperkuat koordinasi antar instansi sekaligus mengevaluasi kesiapan pengamanan, termasuk rekayasa lalu lintas serta langkah-langkah antisipasi lainnya, guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.