Mentan Amran Sulaiman Tegaskan Persatuan dan Kejujuran
- 09 Mar 2026 12:23 WIB
- Toli Toli
RRI.CO.ID, Tolitoli - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pesan penting tentang persatuan, kejujuran, dan kerja keras saat berbuka puasa bersama sekitar tiga ribu anggota Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) di kediamannya di Jakarta Selatan pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Dilansir dari situs resmi Kementerian Pertanian, dalam kesempatan tersebut, Amran mengingatkan bahwa kehidupan di dunia hanya sementara, sehingga setiap orang perlu menjaga integritas antara ucapan dan perbuatan serta memperbanyak amal kebaikan. “Jujur dan adil dalam bertindak. Karena kita diteropong oleh Allah. Ini hanya panggung sandiwara. Yang mengantar kita adalah amal kebaikan kita pada manusia,” ujarnya.
Mentan Amran menekankan pentingnya memperlakukan semua orang setara, tanpa membedakan jabatan atau kekayaan. Ia menegaskan bahwa setiap manusia memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan. “Saya tidak mau membedakan karena dia punya jabatan dan harta. Siapapun. Kami pulang kampung, ketemu tukang beca, petani kecil, sama dengan saya,” kata Amran.
Amran juga menyatakan komitmennya untuk selalu berpihak kepada rakyat kecil, terutama dalam sektor pertanian. Ia mencontohkan pengalaman ketika menemukan petani bekerja dengan peralatan sederhana dan memastikan bantuan pemerintah benar-benar sampai. “Kalau tidak dikeluarkan, kami hentikan bantuan satu provinsi dan kepala dinasnya dicopot hari itu juga,” tegasnya.
Menurut Amran, keberpihakan kepada rakyat kecil adalah tanggung jawab moral yang tidak bisa ditawar. “Yang katanya saya menzalimi. Bukan aku zolimi. Karena dia menzalimi rakyat kecil. Jadi kami tidak ada kompromi,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa setiap pelanggaran terhadap rakyat akan dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat.
Selain itu, Amran menekankan pentingnya menjaga keluarga dan pendidikan anak. Ia meminta seluruh anggota KKSS memastikan rezeki yang diterima berasal dari sumber halal. “Jaga keluarga, jaga anak dengan baik. Beri makanan halal. Hati-hati anak-anak kalau tidak kita jaga dengan baik,” pesannya.
Amran menilai KKSS memiliki potensi besar jika seluruh anggotanya bersatu dan saling mendukung. “Kalau KKSS ini menyatu, jumlahnya sekitar 16 juta orang di seluruh Indonesia. Kalau masing-masing bisa mempengaruhi sepuluh orang saja, itu sudah 160 juta orang. Itu bisa memberi pengaruh besar bagi bangsa ini,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Amran juga membagikan pengalaman hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana. Ia menekankan nilai kejujuran yang diwariskan orang tuanya. “Kami dari desa yang paling miskin. Hanya pesan orang tua, jangan pernah makan haknya orang lain. Itu saja warisan yang diberikan,” ujarnya.
Mentan Amran menekankan perlunya perubahan pola pikir dan kerja keras untuk meningkatkan kualitas hidup. “Berubah cara berpikirnya, berubah tindakanmu, persisten. Kamu akan berubah kehidupanmu. Dalam Al-Qur’an juga demikian, Surah Ar-Ra’d ayat 11, tidak akan berubah nasib suatu kaum kalau bukan dia sendiri yang berubah,” ungkapnya.
Di akhir sambutannya, Amran mengingatkan bahaya kesombongan dan pentingnya memberikan yang terbaik dalam setiap pekerjaan. “Kalau ada orang selalu menganggap dirinya hebat, itulah awal dari kehancuran. Apapun pekerjaan kita, lakukan yang terbaik. Mau jual cendol, juallah cendol terbaik. Jangan pernah ada niat menipu,” pungkasnya.