Penguatan Ekosistem Haji Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

  • 08 Mar 2026 10:52 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Ditjen PE2HU) terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi haji di tingkat daerah. Langkah ini diharapkan memberikan dampak signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dilansir dari situs resmi Kementerian Haji dan Umrah, Direktur Jenderal PE2HU Jaenal Effendi menekankan bahwa penyelenggaraan ibadah haji tidak semata-mata soal ritual, tetapi juga harus mampu menggerakkan roda ekonomi. “Penyelenggaraan haji harus memberikan manfaat ganda: sukses dalam ibadah dan sukses mendorong ekonomi,” ujar Jaenal saat kegiatan pembinaan di Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Purwakarta pada Sabtu 7 Maret 2026.

Jaenal menjelaskan, Kemenhaj memiliki Tri Sukses Haji, yakni sukses memfasilitasi ritual ibadah, sukses mengembangkan ekosistem ekonomi haji, serta sukses membangun keadaban dan peradaban. “Tri Sukses Haji ini menjadi panduan agar setiap aktivitas haji memberikan kontribusi lebih luas bagi bangsa,” jelasnya.

Penguatan ekosistem ekonomi haji menurut Jaenal harus melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dengan demikian, setiap anggaran dan aktivitas terkait ibadah haji bisa kembali memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia. “Identifikasi UMKM potensial dalam rantai pasok produk oleh-oleh haji sangat penting,” tegasnya.

Sementara itu, sebagai percontohan, Kepala Bidang Pelayanan Haji dan Fasilitasi PE2HU Kanwil Kemenhaj Jawa Barat, Amri Yusri, menyebutkan bahwa provinsi ini memiliki potensi besar dalam mendukung ekosistem ekonomi haji. Data terbaru menunjukkan Jawa Barat memiliki 493 Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU), 740 Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), dan 123 Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK).

Selain itu, anggaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di Jawa Barat mencapai sekitar Rp 31,9 miliar. Dana ini telah didistribusikan ke seluruh kabupaten/kota untuk mendukung kelancaran penyelenggaraan haji. “Anggaran ini tidak hanya untuk pelayanan, tetapi juga mendorong ekonomi lokal,” ujar Amri.

Jawa Barat juga bisa menjadi contoh dengan adanya dukungan infrastruktur yang memadai, termasuk dua embarkasi haji, satu bandara, serta 19 PLHUT yang tersebar di berbagai daerah. Infrastruktur ini menjadi salah satu faktor kunci dalam memperkuat layanan sekaligus aktivitas ekonomi haji di tingkat lokal.

Dengan penguatan ekosistem ekonomi haji, Kemenhaj berharap penyelenggaraan ibadah tidak hanya berjalan lancar dari sisi layanan, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi nasional. “Haji bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga peluang ekonomi bagi bangsa,” pungkas Jaenal.

Rekomendasi Berita