Semangat Ibu Nur Mencari Rezeki di tengah Terik Ramadan

  • 05 Mar 2026 13:30 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Terik matahari siang di Kota Tolitoli tidak menyurutkan langkah Ibu Nur untuk terus mengais rezeki. Dengan mendorong gerobak kayu berisi barang rongsokan, perempuan paruh baya ini berkeliling kota mengumpulkan barang bekas yang masih memiliki nilai jual.

Saat ditemui RRI di Jalan Hasanuddin, tepatnya di bundaran Masjid Agung Al-Mubarak Tolitoli, Ibu Nur tampak beristirahat sejenak di bawah pohon untuk melepas lelah. Dengan pakaian sederhana yang dikenakannya, ia menunjukkan hasil temuannya hari itu berupa dispenser rusak, botol bekas oli, dan sejumlah rongsokan lain yang jumlahnya tidak seberapa.

Sebagai pencari barang rongsokan, Ibu Nur mengumpulkan apa pun yang masih bisa dijual kepada pengepul. Namun, penghasilan yang diperolehnya dalam sehari tergolong sangat kecil.

“Kadang cuma dapat sekitar sepuluh ribu rupiah sehari. Kalau ada orang yang lewat dan kasihan, kadang juga dikasih sedikit bantuan,” ujar Ibu Nur saat ditemui RRI, Rabu (4 Februari 2026).

Uang yang diperolehnya digunakan untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup keluarga besarnya yang tinggal di rumah sederhana di kawasan Tanjung Batu, dekat Pelabuhan Feri Tolitoli.

Meski harus bekerja di bawah terik matahari maupun hujan, Ibu Nur mengaku tetap menjalankan ibadah puasa sejak awal Ramadan. Baginya, puasa bukanlah alasan untuk berhenti bekerja mencari nafkah.

“Alhamdulillah, dari awal puasa sampai sekarang tidak ada yang batal. Walaupun capek, tetap dijalani,” tuturnya lirih.

Dalam keterbatasan hidup yang dijalaninya, Ibu Nur mengaku tetap bersyukur karena masih diberi kesehatan dan kesempatan mencari rezeki dengan cara yang halal. Ia juga menegaskan tidak ingin meminta-minta kepada orang lain meskipun kondisi ekonomi keluarganya serba kekurangan.

Menjelang Lebaran nanti, Ibu Nur tidak memiliki banyak harapan. Ia hanya ingin memiliki rumah yang lebih layak huni setelah rumahnya terdampak bencana gelombang pasang. Saat ini, atap rumahnya sering bocor ketika hujan turun sehingga dirinya bersama suami dan anak-anak kerap kehujanan di dalam rumah.

Kisah Ibu Nur menjadi potret perjuangan seorang perempuan tangguh di bulan suci Ramadhan. Warga Tanjung Batu ini terus berjuang mengais rezeki sebagai pengumpul barang rongsokan, sambil tetap menjalankan ibadah puasa dengan penuh keikhlasan.

Rekomendasi Berita