Kisah Dewi Tukang Parkir Perempuan Penuh Keteguhan

  • 14 Sep 2025 08:05 WIB
  •  Toli Toli

KBRN, Tolitoli: Di tengah kesibukannya mengatur kendaraan di halaman parkir Pasar Susumbolan, Dewi, seorang tukang parkir perempuan, membagikan kisah perjuangannya mencari nafkah dengan penuh keteguhan. Baginya, profesi ini adalah pekerjaan halal yang mampu memberikan penghasilan harian untuk memenuhi kebutuhan hidup.

“Selagi masih halal, kenapa tidak dikerjakan. Rezeki harian bisa langsung dirasakan, berbeda dengan pekerjaan lain yang gajinya bulanan,” ujarnya kepada RRI.co.id, Minggu (14/9/2025).

Meski begitu, Dewi tidak menampik bahwa pekerjaannya kerap penuh tantangan. Ia sering menghadapi pengguna jasa parkir yang enggan membayar meski kendaraan sudah diatur dengan rapi. Selain itu, target harian sebesar Rp400 ribu seringkali terasa berat untuk dipenuhi.

Kendati demikian, Dewi tetap menjalaninya dengan rasa syukur. Ia meyakini bahwa ketekunan dan kesabaran adalah kunci untuk bertahan di tengah kerasnya kehidupan jalanan.

Bagi Dewi, menjadi tukang parkir bukan hanya pekerjaan, melainkan juga bentuk perjuangan rakyat kecil untuk tetap bertahan hidup. Ia pun berpesan, khususnya kepada perempuan, agar tidak malu menekuni profesi apapun selama itu halal.

“Apapun itu, yang penting halal. Kita harus berani dan percaya diri, karena dari pekerjaan inilah kita bisa bertahan,” tegasnya.

Dewi menutup dengan harapan sederhana agar masyarakat dapat lebih menghargai peran-peran kecil seperti dirinya, sebab justru dari roda kecil itulah kehidupan rakyat tetap bergerak.

Rekomendasi Berita