Potensi Ekonomi Dari Budidaya Tanaman Katuk

  • 08 Des 2025 20:07 WIB
  •  Toli Toli

KBRN, Tolitoli: Budidaya tanaman Katuk memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan bagi para petanii karena memiliki banyak manfaat, seperti kaya akan nutrisi yang sering di gunakan sebagai sayuran, obat perangsang ASI dan campuran pakan ternak. Selain itu, tanaman Katuk juga dapat di olah menjadi produk seperti teh herbal, susu katuk atau obat herbal. Saat ini, harga jual daun katuk dipasaran cukup menjanjikan dimana harga daun katuk basah sekitar Rp 1.700/kg, daun katuk kering: Rp 17.000/kg, batang katuk kering: Rp 7.000/kg dan tepung katuk di pasaran dihargai Rp 27.000/kg. Dengan kondisi harga tersebut tentu saja dapat meningkatkan ekonomi petani untuk mengolah dan membudidayakan tanaman Katuk.

Sry Purnomo, Ketua komunitas katuk Indonesia menyebutkan daun katuk memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan, terutama di negara-negara dengan permintaan tinggi akan sayuran sehat. Daun katuk banyak dicari di pasar lokal dan memiliki potensi ekspor ke negara-negara asia tenggara seperti malaysia, singapura, dan thailand sehingga masyarakat atau petani yang ingin berinvestasi pada tanaman Katuk dapat merasakan keuntungan dari budidaya tanaman tersebut.

"Sebenarnya tanaman Katuk ini tidak butuh perlakuan khusus untuk di budidayakan oleh petani. Berbeda dengan jenis tanaman lainnya. Katuk itu potensi ekonominya cukup bagus jika di hitung-hitung dari modal, terus perawatannya. Apalagi tanaman Katuk tidak rewel terhadap penyakit atau hama, mudah kok di budidayakan. Ya itu lagi kembali ke mind set dari petani itu sendiri ." Ujarnya kepada rri.co.id, Senin (08/12/2025).

Purnomo menambahkan, Dengan perawatan yang tepat dan dukungan Asosiasi Petani Katuk Indonesia atau APKI, budidaya katuk bisa jadi peluang bisnis usaha yang menguntungkan bagi para pem budidaya tanaman Katuk di Indonesia.

Rekomendasi Berita