BPJN Sulteng Targetkan Tutup Lubang Jalur Malala-Lingadaan Tuntas H-3 Lebaran

  • 10 Mar 2026 08:49 WIB
  •  Toli Toli

RRI.CO.ID, Tolitoli – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Sulawesi Tengah melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3, M. Ari Subadra, memastikan kesiapan infrastruktur jalan nasional di wilayah Kabupaten Tolitoli dalam menyambut arus mudik Lebaran 2026. Fokus utama penanganan saat ini adalah menjamin kemantapan jalan dan kesiagaan terhadap bencana alam.

Dalam dialog di RRI Tolitoli Senin (9/3/2026) Subadra mengungkapkan bahwa pihaknya tengah melakukan percepatan pemeliharaan rutin di ruas jalan yang menjadi kewenangannya, yakni mulai dari Malala hingga Lingadaan. "Fokus kami untuk mendukung kelancaran lebaran tahun ini adalah penutupan lubang (patching) serta perapihan bahu jalan, pembersihan rumput, dan pembersihan saluran air. Kami memprogramkan pekerjaan ini selesai secara fungsional pada H-3 Lebaran," ujar Ari.

Ari mengakui bahwa pada tahun 2025 lalu, pihaknya sempat melakukan efisiensi anggaran sehingga beberapa titik hanya dilakukan penanganan bersifat sementara (holding). Namun, di tahun 2026 ini, BPJN kembali melakukan aksi nyata untuk mempertahankan kemantapan jalan.

BPJN juga telah memetakan sejumlah titik rawan yang memerlukan perhatian khusus selama masa mudik:

  • Penanganan Longsor: Terdapat lima titik longsor utama yang sedang ditangani, di antaranya dua titik di daerah Silondu-Malala dan dua titik di Lingadaan (STA 32).
  • Jembatan Bajugan: Terkait kerusakan akibat abrasi di Jembatan Bajugan yang sempat menjadi keluhan warga, Ari menargetkan perbaikan permanen tuntas sebelum Lebaran agar tidak ada lagi penyempitan jalur.
  • Segmen Bambuan: Untuk segmen ini, perbaikan akan dilakukan secara bertahap. Selama arus mudik, ruas ini akan dipelihara agar tetap fungsional dan nyaman dilalui.

Sebagai langkah mitigasi darurat, BPJN Sulawesi Tengah telah mendirikan Posko Mudik Sapta Taruna yang berlokasi di Jalan Yos Sudarso, Tolitoli. Posko ini akan beroperasi 24 jam mulai dari H-10 hingga H+10 Lebaran. "Kami menyiagakan personel dan alat berat di titik-titik rawan agar jika terjadi pohon tumbang atau longsor, tim kami bisa merespons dengan cepat. Masyarakat yang melintas juga dipersilakan mampir ke posko untuk beristirahat; kami menyediakan minuman dan makanan ringan," tambahnya.

Di akhir pemaparannya, M. Ari Subadra mengimbau para pengguna jalan untuk tetap waspada dan memperhatikan rambu-rambu peringatan, terutama di area yang masih dalam tahap pengerjaan jalan. BPJN berharap dengan kesiapan infrastruktur ini, masyarakat dapat berkumpul bersama keluarga dengan aman dan bahagia.

Rekomendasi Berita