Stok Pangan di Maluku Utara Aman jelang Idul Fitri
- 13 Mar 2026 07:03 WIB
- Ternate
RRI.CO.ID,Ternate - Pemerintah bersama sejumlah instansi memastikan ketersediaan bahan pokok di Provinsi Maluku Utara dalam kondisi aman jelang bulan suci Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026. Hal ini disampaikan dalam dialog interaktif yang menghadirkan Kepala Perum Bulog Cabang Ternate, Jefri Tanasi, serta Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara, Fadil Muhammad.
Kepala Perum Bulog Cabang Ternate, Jefri Tanasi, mengatakan stok beras yang dikelola Bulog saat ini dalam kondisi aman bahkan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan setelah Hari Raya Idul Fitri.
“Untuk beras alhamdulillah stoknya aman, bukan hanya sampai Idul Fitri, tetapi masih cukup hingga dua sampai tiga bulan setelahnya,” ujar Jefri.
Selain beras, ketersediaan minyak goreng program pemerintah, yakni Minyakita, juga relatif mencukupi pada tahun 2026. Menurutnya, dibandingkan tahun sebelumnya, kuota yang diberikan pemerintah tahun ini lebih besar sehingga Bulog memiliki ruang lebih luas untuk melakukan intervensi pasar guna menjaga stabilitas harga.
Meski demikian, tantangan distribusi masih menjadi perhatian mengingat kondisi geografis Maluku Utara yang terdiri dari wilayah kepulauan. Untuk itu, Bulog bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam menyalurkan komoditas pangan hingga ke sejumlah kabupaten.
Sebagai langkah menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat, Bulog juga rutin menggelar Gerakan Pangan Murah dan melakukan penjualan melalui program mobile canvassing ke berbagai titik.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Maluku Utara, Fadil Muhammad, menyampaikan berdasarkan hasil pemantauan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), harga sejumlah komoditas pangan di pasar relatif stabil pada awal Maret.
Bahkan beberapa komoditas mengalami penurunan harga, di antaranya cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan tomat. Menurut Fadil, kondisi ini menunjukkan pasokan pangan masih terjaga menjelang Ramadan.
“Secara umum stok pangan di Maluku Utara sangat mencukupi. Bahkan untuk beras, ketahanan stoknya diperkirakan masih mampu memenuhi kebutuhan hingga 183 hari ke depan,” jelasnya.
Meski demikian, ia mengingatkan adanya potensi kenaikan harga pada komoditas ikan segar seperti ikan cakalang, tuna, dan malalugis. Hal ini dipengaruhi oleh faktor cuaca serta menurunnya aktivitas melaut nelayan menjelang Idul Fitri.
Untuk mengantisipasi lonjakan harga, pemerintah melalui TPID menerapkan strategi pengendalian inflasi dalam kerangka 4K, yaitu keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi publik.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah pelaksanaan pasar murah di sejumlah titik di Kota Ternate serta rencana pengoperasian kios pangan sebagai pasar penyeimbang harga.
Di sisi lain, pemerintah juga mengingatkan para pedagang agar tidak melakukan praktik penimbunan atau spekulasi harga, khususnya untuk komoditas yang memiliki harga eceran tertinggi (HET) seperti minyak goreng Minyakita yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah tidak segan memberikan sanksi, mulai dari teguran hingga pencabutan kerja sama bagi mitra distribusi.
Masyarakat pun diimbau untuk tetap berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak melakukan panic buying.
“Stok pangan kita cukup, jadi masyarakat tidak perlu khawatir atau membeli secara berlebihan. Belanjalah secara bijak sesuai kebutuhan,” pungkas Fadil.