Kemenag Halut Gandeng Densus 88 Tingkatkan Literasi Digital

  • 05 Mar 2026 06:40 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Tobelo – Kementerian Agama Kabupaten (Kemenag) Halmahera Utara (Halut) melaksanakan sosialisasi mengenai dampak permainan daring Roblox terhadap perkembangan anak dan remaja, bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Utara, Rabu 4 Maret 2026.

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Densus 88 Mabes Polri, IPTU Herry Rinsampesy, S.H., Katim Pencegahan Satgaswil Maluku Utara, dan diikuti oleh para Penyuluh Agama Kristen Kemenag Halut.

Dalam pemaparannya, IPTU Herry Rinsampesy menekankan pentingnya peran penyuluh agama dalam memahami perkembangan dunia digital yang begitu cepat.

Herry menjelaskan bahwa game seperti Roblox tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga memiliki potensi dampak negatif apabila tidak diawasi dengan baik.

“Penyuluh harus memiliki referensi dan wawasan tentang perkembangan dunia digital. Kasus game Roblox sudah sangat berpengaruh di kalangan remaja dan anak-anak kita, baik di lingkungan tempat tinggal maupun di sekolah. Jika tidak ada pendampingan, anak-anak bisa terpapar konten yang tidak sesuai usia, interaksi dengan orang asing, hingga potensi penyimpangan perilaku,” ujar Herry.

Herry juga memaparkan bahwa pengawasan orang tua, literasi digital, serta kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mencegah dampak buruk penggunaan game daring secara berlebihan.

“Penyuluh agama memiliki posisi strategis dalam memberikan edukasi kepada orang tua dan masyarakat melalui pendekatan keagamaan dan pembinaan moral.

Sebelumnya, Kepala Seksi Bimas Kristen Kemenag Halut, Heidelberg Loleng, dalam sambutannya saat membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mabes Polri, khususnya IPTU Herry Rinsampesy, atas kesediaannya hadir dan berbagi wawasan di Kemenag Halut.

“Kami menyampaikan selamat datang dan terima kasih atas kolaborasi yang dibangun bersama penyuluh agama Kristen. Kegiatan ini sangat penting sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap perkembangan anak-anak di era digital,” ujarnya.

Heidelberg menegaskan bahwa sosialisasi ini menjadi langkah awal membangun sinergi antarinstansi dalam upaya pencegahan sejak dini terhadap dampak negatif teknologi digital.

“Para penyuluh dapat menjadi garda terdepan dalam memberikan pemahaman kepada keluarga binaan, gereja, dan masyarakat tentang penggunaan media digital yang sehat dan bertanggung jawab,” katanya berharap.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Halut menunjukkan komitmennya dalam memperkuat peran penyuluh agama tidak hanya dalam pembinaan spiritual, tetapi juga dalam menjawab tantangan sosial yang berkembang di tengah masyarakat, termasuk isu literasi dan keamanan digital anak.

Rekomendasi Berita