Ekspor-Impor Maluku Utara Januari 2026 Naik 8,40 Persen

  • 10 Mar 2026 06:20 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Provinsi Maluku Utara pada Januari 2026 mencapai US$1.167,08 juta. Nilai tersebut meningkat 8,40 persen dibandingkan periode yang sama pada Januari 2025.

Peningkatan nilai ekspor terbesar secara nominal terjadi pada komoditas nikel dengan tambahan sebesar US$86,68 juta. Sementara itu, komoditas bahan kimia anorganik mencatat kenaikan tertinggi secara persentase yakni sebesar 132,13 persen.

Kepala BPS Provinsi Maluku Utara, Simon Sapary, menjelaskan bahwa komoditas ekspor terbesar pada Januari 2026 adalah besi dan baja dengan nilai US$628,41 juta. Komoditas tersebut disusul nikel senilai US$443,19 juta serta bahan kimia anorganik sebesar US$95,33 juta.

"Ketiga komoditas tersebut mendominasi struktur ekspor daerah dengan kontribusi mencapai 99,99 persen dari total ekspor. Adapun seluruh ekspor Maluku Utara pada Januari 2026 tercatat menuju ke Tiongkok dengan nilai sebesar US$1.167,08 juta," kata Simon, dikutip Selasa, 10 Maret 2026.

BPS juga mencatat sebagian ekspor Maluku Utara dikirim melalui pelabuhan di luar provinsi. Nilainya mencapai US$68,33 juta atau sekitar 5,53 persen dari total ekspor daerah pada Januari 2026.

Pengiriman melalui pelabuhan di Provinsi DKI Jakarta menjadi yang terbesar dibanding provinsi lainnya. Nilai ekspor yang dimuat dari pelabuhan di wilayah tersebut mencapai US$66,74 juta atau sekitar 5,40 persen dari total ekspor Maluku Utara.

Selain ekspor, BPS juga mencatat nilai impor Maluku Utara pada Januari 2026 sebesar US$318,14 juta. Angka tersebut meningkat 38,29 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sepuluh golongan barang utama impor, komoditas garam, belerang, dan kapur mengalami peningkatan nilai impor tertinggi. "Kenaikan nilai impor komoditas tersebut mencapai US$50,07 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya," ucap Simon.

Sementara itu, golongan bijih, kerak, dan abu logam mencatat peningkatan impor tertinggi secara persentase. Kenaikannya mencapai 222,86 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan negara asal barang, Tiongkok menjadi pemasok impor terbesar ke Maluku Utara pada Januari 2026. Nilai impor dari negara tersebut mencapai US$180,50 juta atau sekitar 56,74 persen dari total impor.

Selain Tiongkok, impor juga berasal dari Uni Emirat Arab dan Arab Saudi. Nilai impor dari Uni Emirat Arab tercatat sebesar US$29,59 juta atau 9,30 persen, sedangkan dari Arab Saudi mencapai US$20,71 juta atau 6,51 persen dari total impor.

Rekomendasi Berita