Hari Media Sosial Nasional 2026: Ruang Digital Mencerdaskan dan Memberdayakan
- 10 Jun 2026 13:14 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Setiap tanggal 10 Juni, Indonesia memperingati Hari Media Sosial Nasional sebagai momentum untuk merefleksikan bagaimana media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat di era keterbukaan saat ini. Hadirnya tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi, tetapi juga mempengaruhi cara belajar, bekerja, berinteraksi, hingga membangun jejaring sosial yang terhubung seolah tanpa ada batas.
Ketua Pengurus Wilayah Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) Kepulauan Riau, Harken, mengatakan memasuki era digital yang terus berkembang, media sosial telah menjadi ruang publik baru yang memungkinkan setiap orang untuk berbagi informasi, menyampaikan aspirasi, dan berpartisipasi dalam berbagai isu yang berkembang di tengah masyarakat. Kemajuan teknologi telah membuat akses informasi menjadi semakin mudah dan cepat, dalam hitungan detik, sebuah informasi dapat menjangkau jutaan orang di seluruh penjuru dunia.
Kondisi ini menghadirkan peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan, memperluas wawasan, dan mengembangkan berbagai potensi diri. Pada sisi lain, derasnya arus informasi juga menuntut kemampuan untuk memilah, memahami, dan memverifikasi informasi agar tidak terjebak dalam penyebaran hoaks, disinformasi, maupun konten yang dapat merugikan masyarakat.
“Media sosial merupakan instrumen yang sangat strategis bagi semua elemen, berbagai kegiatan dan informasi yang sebelumnya hanya menjangkau elemen tertentu kini dapat diketahui oleh masyarakat yang lebih luas,” ujar Harken, Rabu, 10 Juni 2026.
Pelaku usaha, Pemerintah, pegiat Taman Bacaan Masyarakat, komunitas belajar, para penulis hingga berbagai elemen masyarakat dapat memanfaatkan media sosial untuk menyebarluaskan pengetahuan, usaha, menginspirasi masyarakat, serta membangun budaya membaca dan belajar sepanjang hayat. Media sosial juga telah membuka peluang kolaborasi yang lebih luas. Berbagai komunitas dapat terhubung tanpa dibatasi oleh jarak geografis.
Ide-ide baru dapat berkembang melalui diskusi dan pertukaran gagasan yang berlangsung secara terbuka. Oleh karena itu, media sosial tidak seharusnya hanya dipandang sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang belajar, ruang berkarya, dan ruang pemberdayaan masyarakat.
Dalam momentum Hari Media Sosial 2026, Harken, mengajak masyarakat untuk memanfaatkan media sosial sebagai sarana memperkuat literasi dan membangun ekosistem digital yang sehat. Tantangan utama masyarakat saat ini bukan lagi keterbatasan informasi, melainkan kemampuan dalam mengelola limpahan informasi yang tersedia setiap saat.
“Hari ini kita hidup di tengah tsunami informasi yang bergerak dengan begitu cepat. Media sosial harus menjadi ruang pembelajaran yang mendorong lahirnya masyarakat yang kritis, kreatif, dan produktif,” tuturnya.
Ukuran masyarakat yang maju bukan hanya mereka yang cepat menerima informasi, tetapi mereka yang mampu memverifikasi, memahami, dan memanfaatkan informasi tersebut untuk menghasilkan manfaat bagi dirinya maupun lingkungan sekitarnya. Harken menilai bahwa generasi muda memiliki peran yang sangat penting dalam menentukan kualitas ruang digital Indonesia di masa depan.
Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menjadi konsumen konten, tetapi harus mampu menjadi kreator pengetahuan yang menghadirkan nilai positif bagi masyarakat. Melalui banyak konten yang mendorong budaya membaca, menulis, berdiskusi, dan berbagi pengetahuan.
“Generasi muda memiliki kesempatan besar untuk menjadikan media sosial sebagai ruang inovasi dan kolaborasi. Jangan hanya mengejar viralitas, tetapi ciptakan konten yang memiliki nilai, memberikan solusi, dan menginspirasi banyak orang,” katanya.
Harken juga menekankan literasi digital saat ini harus berjalan beriringan dengan literasi keluarga dan literasi sosial. Kemampuan menggunakan teknologi harus disertai dengan etika, tanggung jawab, serta kesadaran akan dampak dari setiap unggahan yang disebarkan.
"Jejak digital adalah bagian dari identitas kita di era modern, oleh sebab itu, setiap unggahan seharusnya dipertimbangkan dengan baik. Media sosial yang sehat bukan dibangun oleh algoritma semata, tetapi oleh pengguna yang memiliki kesadaran, etika, dan tanggung jawab dalam berinteraksi." tuturnya.
Menurut Harken, media sosial memiliki potensi besar untuk mendukung pembangunan sumber daya manusia. Terutama dalam memperluas akses pembelajaran dan memperkuat gerakan literasi di berbagai daerah, termasuk wilayah kepulauan yang memiliki tantangan geografis tersendiri.
"Kita harus melihat media sosial sebagai jembatan yang menghubungkan pengetahuan dengan masyarakat. Jika dimanfaatkan secara tepat, media sosial mampu mempercepat penyebaran informasi pendidikan, memperkuat gerakan literasi, dan membuka peluang kolaborasi yang lebih luas bagi komunitas-komunitas di daerah, " ucapnya.
Peringatan Hari Media Sosial menjadi pengingat bahwa teknologi akan memberikan manfaat sebesar-besarnya apabila digunakan secara bijak dan bertanggung jawab. Media sosial dapat menjadi ruang yang mencerdaskan, memberdayakan, dan memperkuat persatuan apabila diisi dengan informasi yang berkualitas serta interaksi yang saling menghargai.
Mari menjadikan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan pengetahuan, memperluas wawasan, membangun jejaring kolaborasi, dan menghadirkan perubahan positif bagi masyarakat. Dengan semangat literasi digital yang kuat, kita dapat bersama-sama menciptakan ruang digital Indonesia yang lebih sehat, inklusif, produktif, dan bermartabat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....