Tantangan Tingginya Pengangguran Dijawab dengan Penguatan SDM dan Literasi
- 04 Jun 2026 11:03 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Februari 2026 menempatkan Provinsi Kepulauan Riau sebagai daerah dengan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tertinggi kedua di Indonesia, yakni sebesar 6,87 persen. Angka tersebut hanya berada sedikit di bawah Papua yang mencatatkan TPT sebesar 7,02 persen.
Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM Kepulauan Riau, Harken, mengatakan capaian ini harus menjadi perhatian serius mengingat Kepulauan Riau selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan industri dan perdagangan yang strategis di Indonesia. Letaknya yang berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga menjadikan daerah ini memiliki keunggulan geografis yang tidak dimiliki banyak provinsi lain.
Namun, data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan investasi belum sepenuhnya mampu menyerap seluruh angkatan kerja yang terus bertambah setiap tahun. Pengangguran bukan sekadar angka statistic, di balik data tersebut terdapat ribuan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan, lulusan sekolah dan perguruan tinggi yang belum memperoleh kesempatan kerja, masyarakat yang lagi mempersiapkan usaha, serta keluarga yang berharap pada kehidupan yang lebih baik.
“Karena itu, persoalan pengangguran perlu dipahami sebagai tantangan pembangunan manusia yang harus direspons secara komprehensif,” ujar Harken, Kamis, 4 Juni 2026.
Tingginya angka pengangguran harus menjadi momentum bagi seluruh pihak untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini tidak lagi sama seperti satu dekade lalu.
Perkembangan teknologi, digitalisasi, dan transformasi industri telah mengubah kebutuhan pasar kerja secara signifikan. Data ini harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa pembangunan tidak cukup hanya berfokus pada infrastruktur dan investasi.
“Tidak kalah penting adalah memastikan masyarakat memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Dunia kerja terus bergerak, sehingga masyarakat juga harus terus belajar dan meningkatkan keterampilannya,” ucapnya.
Menurutnya, Literasi memiliki peran penting dalam menghadapi perubahan tersebut. Literasi tidak lagi dimaknai sebatas kemampuan membaca dan menulis, melainkan kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan masalah, memanfaatkan teknologi, dan mengambil keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.
Budaya belajar sepanjang hayat menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing masyarakat. Ketika seseorang memiliki kemauan untuk terus belajar, maka peluang untuk beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja akan semakin besar.
“Sebaliknya, jika kemampuan dan keterampilan tidak berkembang, maka kesenjangan antara kebutuhan industri dan kompetensi tenaga kerja akan semakin melebar,” tuturnya.
Keberadaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dan komunitas literasi dapat menjadi bagian dari solusi. Melalui berbagai kegiatan pembelajaran berbasis komunitas, masyarakat dapat memperoleh akses terhadap pengetahuan, keterampilan baru, literasi digital, hingga wawasan kewirausahaan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Pihaknya meyakini bahwa literasi adalah investasi jangka panjang. Mungkin hasilnya tidak terlihat dalam waktu singkat, tetapi masyarakat yang gemar belajar akan lebih siap menghadapi perubahan.
“Dari literasi lahir keterampilan, dari keterampilan lahir produktivitas, dan dari produktivitas akan terbuka lebih banyak peluang ekonomi,” ucapnya.
Kepulauan Riau sebenarnya memiliki potensi besar untuk berkembang. Sektor industri manufaktur, ekonomi maritim, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga ekonomi digital memiliki peluang yang sangat menjanjikan.
Namun, seluruh potensi tersebut membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten agar dapat dimanfaatkan secara optimal. Pihaknya mengajak pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan komunitas literasi untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun budaya belajar di tengah masyarakat.
Karena, pengurangan angka pengangguran membutuhkan kerja bersama yang berkelanjutan. Pengangguran adalah tantangan yang harus dijawab dengan peningkatan kapasitas manusia.
“Jika kita mampu membangun masyarakat yang gemar belajar, adaptif, dan produktif, maka Kepulauan Riau memiliki peluang besar untuk mengubah tantangan ini menjadi kekuatan bagi pembangunan daerah di masa depan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....