Pesantren Kilat Agama Kristen, Upaya Membentuk Generasi Muda Beriman
- 24 Feb 2026 15:25 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Upaya membentuk generasi muda beriman sekaligus tangguh menghadapi tantangan era digital kembali ditegaskan melalui kegiatan Pesantren Kilat Agama Kristen. Kegiatan digelar di SMA Negeri 4 Tanjungpinang, Senin 23 Februari 2026.
Kegiatan berlangsung di aula pertemuan sekolah yang berlokasi di Jalan Pemuda, Kelurahan Tanjung Ayun Sakti, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, dan diikuti sebanyak 90 siswa Kristen dengan penuh antusias. Program pembinaan keagamaan ini menjadi bagian penting dalam upaya sekolah memperkuat iman peserta didik, membentuk karakter Kristiani yang kokoh, serta membekali siswa agar mampu menghadapi berbagai pengaruh negatif perkembangan zaman, khususnya di tengah pesatnya teknologi digital saat ini.
Pada sesi pertama, pembinaan rohani disampaikan oleh Darbinep Marojahan Simanjuntak melalui khotbah bertajuk “Dikenang dan Diingat”. Firman tersebut mengisahkan seorang perempuan yang meminyaki Tuhan Yesus dengan minyak narwastu yang sangat mahal, tindakan yang sempat dipandang sebagai pemborosan oleh sebagian orang.
“Melalui renungan ini, saya berharap para siswa berani hidup dalam ketulusan kasih, tidak takut berbuat baik meskipun tidak selalu dipahami orang lain. Serta membangun karakter yang berdampak positif sehingga kehidupan mereka dapat menjadi berkat dan dikenang karena perbuatan baik,” ucap Darbinep Marojahan Simanjuntak.
Kegiatan kemudian berlanjut dengan seminar edukatif bertema “Bahaya Kecanduan Game Online” yang disampaikan oleh David Ferynando Syahputra. Dalam paparannya, ia menekankan bahwa kecanduan game online dapat berdampak serius terhadap kehidupan pelajar, mulai dari penurunan prestasi akademik, gangguan kesehatan fisik akibat kurang tidur, hingga masalah kesehatan mental seperti sulit berkonsentrasi dan emosi yang tidak stabil.
Selain itu, kecanduan juga berpotensi mengganggu kualitas relasi sosial dan kehidupan rohani siswa. Karena itu, para peserta diingatkan untuk mampu mengelola waktu dengan baik, menetapkan prioritas, serta membangun disiplin diri sebagai pelajar Kristen yang bertanggung jawab.
Sepanjang kegiatan berlangsung, suasana tampak hidup dan interaktif. Para siswa mengikuti setiap sesi dengan tertib, penuh semangat, serta aktif dalam sesi tanya jawab.
“Teknologi pada dasarnya netral, tetapi penggunaannya harus dikendalikan agar tidak menjadi penghambat pertumbuhan pribadi dan spiritual,” ujar David Ferynando Syahputra.
Antusiasme peserta menunjukkan tingginya minat generasi muda terhadap pembinaan rohani yang relevan dengan tantangan kehidupan modern. Melalui Pesantren Kilat Agama Kristen ini, diharapkan siswa SMA Negeri 4 Tanjungpinang semakin bertumbuh dalam iman, memiliki karakter kuat, serta mampu menghadapi era digital dengan sikap bijaksana, bertanggung jawab, dan takut akan Tuhan serta menjadi generasi yang bukan hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.