Proklim Dapat Mendukung Ketahanan Pangan Masyarakat
- 07 Okt 2026 15:22 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Program Kampung Iklim (Proklim) tidak hanya untuk mengatasi dampak perubahan iklim. Namun, dapat mendukung ketahanan pangan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Sekretaris Yayasan Asa Biru Hijau Indonesia, Hermansyah, mengatakan proklim digagas oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk mengatasi perubahan iklim. Terdapat 41 kampung iklim di Kota Tanjungpinang yang bekerjasama untuk mengatasi dampak perubahan iklim dan melestarikan lingkungan.
“Dalam program ini ada berbagai kegiatan seperti hidroponik, bioflok, peternakan dan lain sebagainya,” ujar Hermansyah, Rabu, 7 Oktober 2026.
Dengan berbagai kegiatan tersebut, proklim tidak hanya sekedar kegiatan penghijauan dan pelestarian lingkungan. Namun, mampu memperkuat ketahanan pangan dengan kemandirian pangan masyarakat.
Perubahan iklim dapat menyebabkan perubahan cuaca yang tidak menentu. Sebagai wilayah yang bergantung dengan pasokan pangan dari luar, proklim dapat menciptakan ketahanan pangan.
Dicontohkannya, disalah satu RW yang ada di Tanjungpinang, masyarakat menggerakkan program peternakan berkelanjutan. Limbah peternak dimanfaatkan menjadi biogas dan pupuk, sehingga mampu mengurangi dampak perubahan iklim dan meningkatkan ketahanan pangan.
“Limbah peternakan biasanya dibuang dan berserakan yang dapat menyebabkan emisi bagi lingkungan, tapi ini dimanfaatkan untuk menjadi pupuk dan biogas dan menjadi tambahan ekonomi masyarakat juga,” tuturnya.
Dalam proklim tersebut juga di bentuk kelompok-kelompok tani wanita. Masyarakat menanam sayur mayur di hidroponik serta tanaman lainnya di lahan-lahan di sekitar rumah.
“Selain menghijaukan rumah dan wilayah, juga sebagai ketahanan pangan masyarakat. Bahkan, ada yang menanam kunyit kemudian dialoh menjadi jamu, bisa memberikan manfaat ekonominya juga,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....