BIHOF 2026 Perdana Mengangkat Kearifan Lokal, Diikuti Sebanyak 45 Peserta

  • 01 Okt 2026 17:03 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan - Bintan Hospitality Festival (BIHOF) 2026 resmi digelar untuk pertama kalinya di kawasan pariwisata Lagoi, Pulau Bintan, Kamis, 1 Oktober 2026. Mengusung konsep "Root to Glass", BIHOF 2026 mengangkat kembali potensi bahan-bahan lokal yang selama ini mulai terlupakan melalui kompetisi mixology dan flair bartending.

Antusiasme peserta pada penyelenggaraan perdana ini, bahkan melampaui target awal. Dari target sekitar 30 peserta, tercatat sebanyak 45 peserta mengikuti kompetisi tersebut, terdiri dari 33 peserta mixology competition dan 12 peserta flair bartending competition.

Chairman BIHOF 2026, Manahan Purba, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah untuk memperkenalkan kembali berbagai produk lokal melalui kreativitas para peserta di bidang mixology dan flair bartending.

Festival yang digelar di Plaza Lagoi, Kabupaten Bintan, ini juga dirancang menjadi agenda tahunan. Dengan mempertemukan pelaku industri perhotelan, bartender, pelajar, hingga mahasiswa bidang pariwisata.

Menurut Manahan, pengangkatan kembali bahan dan produk lokal penting dilakukan agar potensi Bintan semakin dikenal, khususnya oleh generasi muda.

"Bintan merupakan kawasan yang penuh dengan potensi yang harus lebih digali agar produk lokal, khususnya di kawasan Lagoi dan sekitarnya, kembali dikenal oleh anak-anak muda zaman sekarang," ujar Manahan.

Salah satu peserta, Maryudi, Barista dari Aston Hotel Batam, mengaku senang dapat mengikuti BIHOF 2026. Ia memanfaatkan pengalaman bersama almarhum ayahnya untuk menghadirkan kreasi berbahan lokal dalam kompetisi tersebut.

Barista dari Aston Hotel Batam, Maryudi.

Maryudi menampilkan menu gulai ikan asam pedas yang dipadukan dengan belimbing wuluh sebagai bahan utama pemberi rasa asam. Sementara untuk minumannya, ia membuat homemade soda dengan mencampurkan belimbing wuluh, rumput laut, dan sejumlah bahan lainnya.

"Penggunaan bahan lokal ini menjadi pengalaman tersendiri bagi saya. Saya mencoba mengolah bahan yang sudah familiar menjadi sesuatu yang bisa disajikan dalam konsep minuman. Kalau gulai asam pedas itu resep almarhum ayah," katanya.

Selain kompetisi, BIHOF 2026 juga menghadirkan lima sesi pelatihan yang berlangsung mulai pukul 12.00 hingga 17.00 WIB. Kegiatan pelatihan tersebut diikuti sekitar 105 peserta yang berasal dari kalangan hotelier, siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta mahasiswa perguruan tinggi pariwisata dari Batam dan Bintan.

Festival ini juga turut melibatkan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Berbagai produk UMKM disajikan di kawasan Plaza Lagoi sehingga dapat dinikmati masyarakat maupun pengunjung kawasan pariwisata tersebut.

Melalui BIHOF 2026, potensi bahan lokal tidak hanya diperkenalkan sebagai bagian dari kekayaan kuliner daerah, tetapi juga dikembangkan menjadi inspirasi dalam industri hospitality dan pariwisata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....