Pengamat Soroti Tantangan Penyaluran Bansos Berbasis Desil

  • 30 Sep 2026 18:31 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Penggunaan sistem desil dalam penyaluran bantuan sosial dinilai masih memiliki sejumlah tantangan, terutama dalam menggambarkan kondisi sosial ekonomi masyarakat secara menyeluruh. Keluarga yang berada pada kelompok desil sama belum tentu memiliki kondisi ekonomi yang setara.

Pengamat Sosial STISIPOL Raja Haji, Rianto, mengatakan kondisi ekonomi keluarga dapat berubah setelah proses pendataan dilakukan, sehingga berpotensi menimbulkan ketidaksesuaian saat bantuan disalurkan. Salah satu risikonya adalah masyarakat yang awalnya tidak masuk kriteria penerima justru mengalami penurunan ekonomi akibat kehilangan pekerjaan atau usaha.

“Ketika seseorang yang sebenarnya pada saat itu membutuhkan, dia tidak masuk sebagai penerima,” kata Rianto, Rabu, 30 september 2026.

Ia juga menilai kemiskinan tidak cukup dilihat dari angka pendapatan, kondisi rumah, maupun kepemilikan aset. Faktor lain seperti tanggungan keluarga, akses transportasi, kondisi geografis, dan jaringan sosial turut memengaruhi keadaan ekonomi masyarakat.

Menurut Rianto, perbedaan penerimaan bantuan pada keluarga dengan kondisi yang relatif sama dapat memunculkan persepsi ketidakadilan di tengah masyarakat. Jika tidak disertai penjelasan dan data yang akurat, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kecemburuan sosial hingga menurunkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Karena itu, Rianto mengingatkan agar desil tidak digunakan sebagai label mutlak untuk menentukan seseorang miskin atau mampu. Ia menilai ketepatan data dan pemahaman terhadap kondisi nyata keluarga perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan program bantuan sosial.

“Jadi kita perlu akurasi data yang benar-benar akurat, baru kita bisa mempercayai pengelompokan-pengelompokan yang ada di dalam desil,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....