CKG Puskesmas Seijang Temukan Karies hingga Hipertensi

  • 30 Sep 2026 18:35 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Puskesmas Seijang terus melaksanakan program Cek Kesehatan Gratis atau CKG untuk mendeteksi penyakit dan faktor risiko kesehatan masyarakat sejak dini. Pemeriksaan dilakukan terhadap masyarakat umum serta anak sekolah di wilayah kerja Puskesmas Seijang, Rabu, 30 September 2026.

Kepala Puskesmas Seijang, dr. Muhammad Faisal, mengatakan CKG menjadi salah satu upaya meningkatkan kesadaran masyarakat agar rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. Deteksi dini dinilai penting untuk mengetahui faktor risiko penyakit sebelum berkembang lebih lanjut.

”Banyak penyakit yang dapat dicegah kalau kita tahu dari awal kita punya faktor risiko,” ujar dr. Muhammad Faisal.

Saat ini, Puskesmas Seijang menjalankan CKG anak sekolah yang menyasar siswa SD, SMP hingga SMA. Pemeriksaan tersebut ditargetkan mencakup sekitar 15 ribu siswa di wilayah kerja Puskesmas Seijang dan diharapkan selesai pada minggu kedua Oktober 2026.

Selain itu, CKG juga diintegrasikan dengan kegiatan penelusuran kasus tuberkulosis atau TB. Dari 87 lokus CKG di Kota Tanjungpinang, Puskesmas Seijang mendapatkan 13 lokus dengan sasaran sekitar 100 masyarakat pada masing-masing lokus.

dr. Faisal menjelaskan, kegiatan tersebut juga digunakan untuk menelusuri kontak warga yang memiliki kasus TB. Petugas mencari anggota keluarga maupun orang di sekitar pasien yang kemungkinan memiliki kontak dengan kasus indeks untuk kemudian dilakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan CKG masyarakat, sejumlah kondisi kesehatan ditemukan cukup banyak, seperti karies atau gigi berlubang, obesitas, hipertensi dan diabetes. Sementara pada anak sekolah, petugas juga menemukan gangguan penglihatan yang sebelumnya belum terdeteksi.

”Yang pertama itu adalah karies gigi, gigi berlubang, lalu penyakit seperti obesitas, hipertensi, sakit gula, itu juga menjadi temuan kita di CKG umum,” ucapnya.

Ia menambahkan, gangguan penglihatan pada anak sekolah menjadi perhatian karena dapat berdampak terhadap aktivitas belajar apabila tidak segera ditangani. Pemeriksaan melalui CKG diharapkan membantu menemukan kondisi tersebut lebih awal.

Lalu, untuk penelusuran TB yang dilakukan secara terintegrasi dengan CKG. Hingga saat ini Puskesmas Seijang belum menemukan warga yang dinyatakan positif TB dari kegiatan tersebut.

”Untuk TB, selama kita turun kegiatan CKG yang terintegrasi di TB ini, di Puskesmas Seijang itu belum ada yang kita dapatkan positif TB,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....