Pemko Tanjungpinang Benahi Data Warga agar Bantuan Tepat Sasaran
- 21 Sep 2026 20:51 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang telah meluncurkan Kartu Bimasakti sebagai upaya membenahi dan mengintegrasikan data masyarakat. Program tersebut diarahkan untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan dapat terdata dan memperoleh bantuan sesuai kondisi sebenarnya.
“Kartu Bimasakti itu adalah masyarakat yang harusnya masuk pada desil satu, desil dua, tetapi dia tidak pernah mendapatkan bantuan,” ujar Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, Senin, 21 September 2026.
Dirinya menjelaskan Kartu Bimasakti menggunakan konsep *one single data entry* dengan menggabungkan sejumlah data masyarakat. Data yang dihimpun mencakup data kependudukan, kemiskinan dan pendidikan sehingga kondisi masyarakat dapat dilihat secara lebih menyeluruh.
“Kartu Bimasakti mengambil data kependudukan, menyatukan data kemiskinan, di situ menyatukan juga dengan persoalan pendidikan,” katanya.
Menurut Lis, pembenahan data diperlukan karena masih ditemukan ketidaksesuaian data penerima bantuan dengan kondisi masyarakat di lapangan. Ia mencontohkan adanya masyarakat yang sebelumnya berada pada desil rendah, namun kemudian berubah ke desil yang lebih tinggi sehingga berpotensi tidak lagi menerima bantuan.
“Yang dulunya di desil satu memang layak mendapatkan bantuan, tahu-tahu terlempar ke desil sembilan,” ucapnya.
Dirinya juga menyoroti perlunya keterlibatan pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan dalam proses pendataan masyarakat penerima bantuan. Menurutnya, data yang akurat diperlukan agar bantuan seperti beras maupun layanan BPJS gratis dapat diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Pembenahan data juga perlu dilakukan terhadap data yang menempatkan masyarakat dari berbagai kelompok pada desil tertentu. Lis menilai verifikasi dan pemutakhiran data penting agar kebijakan pemerintah tidak hanya mengacu pada data administratif, tetapi juga sesuai dengan kondisi nyata masyarakat.
“Sekarang ini persoalan kita yang menjadi masalah adalah persoalan data kependudukan, saya mau tanya Bapak Ibu, sudah benarkah data kependudukan kita?” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....