Pemko Tanjungpinang Dukung Program WASH Yayasan Loola

  • 17 Sep 2026 13:59 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang mendukung program Water Access, Sanitation, and Hygiene (WASH) yang dilaksanakan Yayasan Loola Komunitas di wilayah pesisir. Program tersebut menyasar masyarakat di Senggarang dan Kampung Bugis melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Rabu, 16 September 2026.

Koordinator Kehumasan Yayasan Loola Komunitas, Jaya Putra, mengatakan pihaknya akan membangun 100 unit IPAL bagi masyarakat pesisir pada September 2026. Program tersebut ditargetkan akan terus diperluas hingga mencapai 300 unit IPAL di Tanjungpinang hingga akhir tahun 2026.

“Loola memiliki program kerja untuk mengentaskan kesulitan warga dalam hal sanitasi sehat dan kelestarian lingkungan dan ini sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap lingkungan,” ujar Jaya Putra.

Menurutnya, program WASH telah dilaksanakan sejak 2024 sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan kelestarian lingkungan. Pembiayaan pembangunan IPAL bersumber dari tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR serta dukungan sejumlah yayasan di Singapura yang memiliki perhatian terhadap lingkungan.

Selain pembangunan sarana sanitasi, Yayasan Loola Komunitas juga melibatkan masyarakat setempat dalam pelaksanaan pembangunan. Pemilik rumah atau penerima manfaat yang ditunjuk dapat terlibat sebagai tukang maupun kepala tukang dan mendapatkan upah dari pekerjaan tersebut.

“Program ini sudah berjalan sejak tahun 2024, di tahun ini kita menargetkan pelaksanaan program di 300 titik,” ucapnya.

Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan Pemko Tanjungpinang akan mendukung program tersebut. Hal ini, dengan memfasilitasi penyediaan dan pengumpulan data masyarakat penerima manfaat di wilayah pesisir.

“Kita juga mengharapkan apa yang dilaksanakan oleh Yayasan Loola ini, juga dapat dilaksanakan oleh perusahaan-perusahaan lainnya,” ujar Lis Darmansyah.

Lis menambahkan, program WASH sejalan dengan master plan pembangunan sanitasi masyarakat Kota Tanjungpinang. Pemko juga berencana mengalokasikan anggaran untuk mendukung pengembangan program tersebut pada 2027.

“Upaya pembangunan kesehatan masyarakat dan lingkungan menjadi tanggung jawab bersama, sebagai bentuk kepedulian korporasi terhadap lingkungan,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....