Ratusan Data Desil Berubah, Operator Desa Jadi Sasaran Protes di Lingga

  • 07 Sep 2026 11:36 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Lingga - Perubahan data desil masyarakat di Kabupaten Lingga mulai menimbulkan persoalan bagi operator data di tingkat desa. Mereka mengaku harus menghadapi protes masyarakat ketika data yang telah diinput sesuai kondisi lapangan justru mengalami perubahan pada sistem.

Operator Data Desa Batu Kacang, Kecamatan Singkep, Asdian, mengatakan sejumlah warga sebelumnya berada pada desil 1 hingga 4, namun tiba-tiba berubah menjadi desil 6 hingga 10.

“Kami sudah bekerja maksimal. Data yang kami unggah di aplikasi sesuai dengan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan," kata Asdian, Senin, 7 September 2026.

Perubahan tersebut membuat masyarakat mempertanyakan status mereka dan mendatangi kantor desa untuk meminta penjelasan.

"Tapi desil yang semula sesuai, tiba-tiba berubah,” ujarnya.

Menurut Asdian, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Lingga terkait persoalan tersebut.

"Namun, sejumlah data yang telah diajukan sanggahan sejak sekitar empat bulan lalu disebut belum mengalami perubahan," ujarnya.

Di Desa Batu Kacang, terdapat lebih dari 100 data masyarakat yang disebut mengalami perubahan desil secara tiba-tiba. Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap akses masyarakat terhadap bantuan sosial maupun program beasiswa.

"Karena kondisi ekonomi warga dalam sistem tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya," tuturnya.

Asdian juga menyoroti persoalan insentif operator data desa yang disebut tidak lagi diterima sejak 2022. Ia mengatakan, terakhir pada 2021 operator menerima insentif sebesar Rp250 ribu per bulan selama empat bulan atau sekitar Rp1 juta.

“Kami ini ujung tombak data di desa. Semua data, khususnya data kemiskinan, berasal dari kami," katanya.

Asdian berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap persoalan tersebut.

"Termasuk memastikan akurasi data serta memberikan apresiasi kepada operator yang selama ini menjadi ujung tombak pengelolaan data masyarakat," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....