Asap Kiriman Selimuti Kota Dabo Singkep
- 06 Sep 2026 12:21 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Lingga - Langit Dabo Singkep perlahan kehilangan kejernihannya. Kabut putih mulai menyelimuti sejumlah kawasan, sementara asap kiriman dari wilayah lain memasuki Kabupaten Lingga di tengah kondisi cuaca yang masih minim hujan.
Dari kawasan Pelabuhan Dabo Singkep, kepulan asap terlihat mengambang di udara. Kondisi ini menjadi tanda bahwa dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia mulai terasa hingga daerah kepulauan.
Kepala BMKG Kelas III Dabo Singkep, Bibin Sulianto, mengungkapkan adanya pergerakan asap yang terindikasi berasal dari provinsi lain. Berdasarkan transektor terbaru, asap tersebut terindikasi berasal dari wilayah Jambi dan Sumatera Selatan dengan tingkat kepercayaan sedang.
“Berdasarkan transektor terbaru, adanya penyebaran asap kiriman, pergerakan asap dari wilayah provinsi lain seperti Jambi dan Sumatera Selatan dengan tingkat kepercayaan sedang,” ujar Bibin, Sabtu, 5 September 2026.
Pergerakan angin turut memengaruhi penyebaran asap tersebut. Angin dari arah tenggara bergerak menuju barat laut.
"Sehingga memungkinkan asap dari wilayah Sumatera bagian timur terbawa hingga kawasan Kepulauan Riau," katanya.
Situasi tersebut semakin perlu diwaspadai karena September 2026 diprediksi masih minim hujan di Kabupaten Lingga. Kondisi lahan yang relatif kering dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran apabila tidak diantisipasi.
Kabupaten Lingga sendiri bukan wilayah yang sepenuhnya terbebas dari ancaman karhutla. Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah kejadian kebakaran terjadi di berbagai wilayah dan harus ditangani tim gabungan.
Damkar Lingga bersama BPBD, TNI-Polri dan masyarakat turun langsung menghadapi kobaran api. Petugas berjibaku melakukan pemadaman dan pengendalian untuk mencegah api meluas hingga mengancam permukiman maupun kawasan lainnya.
Namun, padamnya api di satu lokasi bukan berarti ancaman selesai. Asap yang mulai menyelimuti Dabo Singkep menjadi pengingat bahwa dampak karhutla dapat bergerak jauh melampaui lokasi sumber kebakaran.
Bukan hanya api yang menjadi persoalan. Asap dapat mengurangi jarak pandang, mengganggu aktivitas masyarakat dan menimbulkan risiko ketika paparan berlangsung dalam waktu lama.
Kondisi tersebut menjadi alarm bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan. Ketika hujan belum turun secara signifikan dan angin masih memungkinkan asap bergerak dari wilayah lain, upaya pencegahan harus dilakukan sebelum kebakaran kembali terjadi.
Pencegahan juga bukan semata-mata menjadi tugas petugas di lapangan. Masyarakat memiliki peran penting dengan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap.
Dabo Singkep mungkin hari ini baru diselimuti asap tipis. Tetapi jika kebakaran terus terjadi di berbagai wilayah, langit biru bukan tidak mungkin semakin sering berubah kelabu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....