BMKG Prediksi Tanjungpinang dan Bintan Cerah Berawan

  • 05 Sep 2026 18:56 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjungpinang memprakirakan cuaca di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan pada 5 hingga 7 September 2026 masih didominasi cerah berawan hingga berawan. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung sepanjang hari dengan suhu udara maksimum mencapai 33 derajat Celsius, Jumat, 4 September 2026.

Prakirawan BMKG Tanjungpinang, Muhammad Fadris Dwiandoko, mengatakan angin permukaan diperkirakan bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 5 sampai 30 kilometer per jam. Kondisi angin tersebut juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pertumbuhan awan hujan di wilayah Pulau Bintan dan sekitarnya.

“Hingga tiga hari ke depan diprakirakan masih didominasi oleh cuaca cerah berawan hingga berawan sepanjang hari,” ujar Muhammad Fadris Dwiandoko.

BMKG masih memantau adanya pola belokan angin atau shearline di sekitar Pulau Bintan. Namun, kuatnya tiupan angin diperkirakan dapat mengurangi potensi pertumbuhan awan konvektif yang menjadi penghasil hujan di wilayah tersebut.

Curah hujan di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) selama September 2026 diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah, berkisar 50 hingga 200 milimeter per bulan. Sifat hujan diprediksi berada pada kategori bawah normal hingga normal.

Di tengah kondisi cuaca tersebut, BMKG mendeteksi dua titik panas (hotspot) di Pulau Bintan pada Jumat, 4 September 2026. Dua titik panas tersebut masing-masing terpantau di wilayah Mantang dan Bintan Buyu.

“Kami mendeteksi adanya 2 hotspot di pulau Bintan pada Jumat ini,” ucapnya.

Sejak pagi, kabut asap juga mulai memasuki wilayah Pulau Bintan. Berdasarkan citra satelit BMKG, kabut asap tersebut diduga merupakan kiriman dari kebakaran hutan dan lahan di wilayah Pulau Sumatera, yang terbawa angin dari arah tenggara-selatan menuju utara-timur laut.

Kepala BPBD Tanjungpinang, Muhammad Yamin, mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan. Masyarakat diminta menggunakan masker serta memperbanyak konsumsi air putih untuk menjaga kondisi tubuh dan kesehatan pernapasan.

“BPBD mengimbau agar selalu waspada jika beraktivitas di luar rumah, memakai masker,” ujar Muhammad Yamin.

Yamin mengatakan, masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah, lahan, maupun hutan yang berpotensi memperparah kondisi kabut asap. Masyarakat diminta bersama-sama mencegah munculnya kebakaran hutan dan lahan selama kondisi cuaca masih relatif kering.

“Mari jangan membakar sampah, lahan atau hutan agar tidak bertambah kabut asap,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....