Tanah Asam Jadi Tantangan Budidaya Anggur di Pulau Bintan
- 31 Agt 2026 16:33 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Bintan – Budidaya anggur di Pulau Bintan memiliki peluang untuk dikembangkan meski menghadapi sejumlah tantangan dalam proses perawatannya. Kondisi tanah dan cuaca menjadi faktor yang harus diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh serta menghasilkan buah secara optimal.
Owner Bintan Farmland, Choery Jayadi atau biasa di sapa Adi, mengatakan kondisi tanah di wilayah tersebut cenderung memiliki tingkat keasaman yang cukup tinggi. Karena itu, pengolahan tanah dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan penanaman tanaman anggur.
“Tanah di sini kebanyakan asam atau pH-nya rendah, sehingga sebelum ditanam harus kita olah terlebih dahulu,” kata Choery Jayadi, Senin, 31 Agustus 2026.
Pengolahan dilakukan dengan memberikan dolomit serta bahan organik untuk membuat kondisi tanah menjadi lebih gembur. Pemberian pupuk juga disesuaikan dengan karakteristik tanah agar akar tanaman dapat menyerap nutrisi dengan baik.
“Kalau pupuk diberikan terlalu banyak, tanah di sini justru bisa mengeras seperti batu sehingga akar sulit menyerap nutrisi,” ujarnya.
Selain kondisi tanah, cuaca menjadi tantangan lain dalam pengelolaan kebun anggur, terutama berkaitan dengan kelembapan dan suhu. Pengelola harus melakukan pengontrolan secara rutin untuk menjaga kondisi lingkungan tanaman tetap sesuai kebutuhan.
“Tantangan terbesar di wilayah Bintan adalah cuaca, air, kelembapan dan suhu harus terus dikontrol,” tuturnya.
Choery menjelaskan kebun tersebut saat ini memiliki sekitar lima varietas, yakni Heliodor, Jupiter, Andre 53, Boris Pan, dan Yumi Rainbow. Dari jumlah tersebut, sebagian tanaman sempat mati pada tahap awal, namun telah diganti dan kini kembali tumbuh.
“Untuk tahap pertama ini ada lima varietas dengan sekitar 100 batang,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....