Iman Harus Tercermin dalam Pekerjaan
- 28 Agt 2026 19:57 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Keimanan tidak dapat dipisahkan dari amal, dan iman yang baik harus tercermin dalam tindakan nyata. Termasuk melalui pekerjaan yang dijalankan dengan tanggung jawab, disiplin dan kualitas yang baik.
Ustaz Abdul Malik kepada RRI mengatakan, masih terdapat kesenjangan antara ibadah dan etos kerja. Ada yang rajin beribadah tetapi kurang disiplin dalam bekerja, mengharapkan keberkahan rezeki namun mengabaikan kualitas pekerjaan, serta mengandalkan tawakal tanpa melakukan ikhtiar secara maksimal.
"Di dalam Islam iman itu menuntut amal, sedangkan amal yang baik itu memerlukan niat yang benar, cara yang benar, kualitas pelaksanaan yang dapat dipertanggungjawabkan," ucapnya, Jumat, 28 Agustus 2026.
Menurutnya, kualitas pekerjaan tidak semestinya bergantung pada pengawasan manusia, seperti kamera absensi, atasan maupun auditor. Kesadaran bahwa setiap perbuatan berada dalam pengawasan Allah SWT harus mendorong seseorang tetap jujur dan bertanggung jawab meskipun tidak diawasi.
| Baca juga: Proyek SPAM di Singkep Capai 49 Persen |
"Seorang muslim itu menjaga mutu pekerjaan ketika dilihat maupun tidak dilihat oleh manusia, karena seorang mukmin meyakini apa yang dia kerjakan itu pasti di bawah pengawasan Allah SWT," ujarnya.
Ia juga mengingatkan umat Islam untuk tetap berikhtiar dalam mencari rezeki. Ibadah tidak menjadi alasan untuk mengabaikan pekerjaan, sebagaimana pekerjaan juga tidak boleh membuat seseorang meninggalkan kewajiban kepada Allah SWT.
Ustaz Abdul Malik menegaskan, keseimbangan antara iman dan amal menjadi dasar etos kerja dalam Islam. Pekerjaan yang dilakukan dengan niat yang benar, cara yang halal, integritas dan tanggung jawab tidak hanya menjadi sarana memperoleh penghasilan, tetapi juga bagian dari amal saleh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....