Faktor Lokal Pengaruhi Dampak Fenomena Elnino di Pulau Bintan

  • 20 Agt 2026 08:20 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Fenomena El Nino diperkirakan akan terjadi hingga awal tahun 2027 dan akan berangsur berkurang di pertengahan tahun 2027. Meski terjadi fenomena EL Nino, di Pulau Bintan dampaknya berbeda dari wilayah lainnya di Indonesia yang imbasnya terjadi kekeringan.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Raja Haji Tanjungpinang, M. Fadris Dwiandoko, mengatakan El Nino merupakan salah satu faktor pengendali cuaca secara umum di Indonesia. Dampak dari El nino terjadinya pengurangan curah hujan yang menyebabkan beberapa wilayah mengalami kekeringan.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan oleh pihaknya, El Nino untuk per 18 Agustus 2026 berada di nilai positif 2,2 masuk dalam kategori sangat kuat. “Fenomena ini diperkirakan akan terjadi hingga awal tahun 2027 dan akan berkurang di pertengahan tahun 2027,” ujar M. Fadris Dwiandoko, Rabu, 19 Agustus 2026.

Meski begitu, menurutnya dampak El Nino untuk di Pulaun Bintan berbeda dengan wilayah lainnya di Indonesia, Seperti di Pulau jawa, Bali, NTT, NTB dan wilayah lainnya yang mengalami musim kering cukup signifikan selama fenomena EL Nino. Untuk di wilayah Pulau Bintan, meskipun cuaca secara umum terjadi cuaca panas dan pengurangan curah hujan, curah hujannya masih ada.

Kondisi tersebut disebabkan oleh, pengendali cuaca di Pulau Bintan sangat dipengaruhi oleh faktor lokal, seperti pola angin, suhu muka laut dan anomalinya. Kemudian gelombang atmosfir Rossby dan Kelvin menjadikan dampak fenoman El Nino di Pulau Bintan berbeda dari wilayah lainnya.

“Memang untuk wilayah pulau Bintan Ini jika kita bandingkan dengan wilayah Jawa, Bali, NTT dan NTB, relatif lebih basah jika dibandingkan dengan wilayah tersebut. Memang ada penurunan curah hujan namun tidak sekering wilayah-wilyah tersebut,” katanya.

.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....