Kartu Bima Sakti Diluncurkan, Permudah Akses Bantuan Masyarakat
- 18 Agt 2026 08:16 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pemerintah Kota Tanjungpinang meluncurkan Kartu Bima Sakti sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem pemberdayaan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat. Peluncuran berlangsung di Aula Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Aula Kantor Wali Kota Tanjungpinang, Senin, 17 Agustus 2026.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah, mengatakan Kartu Bima Sakti dirancang untuk mempermudah masyarakat mengakses informasi dan berbagai program bantuan. Sistem tersebut juga diharapkan membuat riwayat penerima bantuan lebih mudah diperbarui dan teridentifikasi.
“Kita ingin Kartu Bima Sakti menjadi bagian dari ekosistem pemberdayaan pelaku usaha, membuka akses, memperluas jaringan, memberikan informasi, dan membuka peluang pasar,” kata Lis Darmansyah.
Lis menyebut pada tahap awal terdapat 239 masyarakat yang masuk Desil-1 dan menerima bantuan melalui program tersebut. Pemerintah juga akan terus melakukan pembaruan data secara bertahap agar bantuan dapat diberikan secara lebih tepat sasaran.
“Hari ini ada 239 masyarakat dalam Desil-1 yang kita berikan bantuan dan selanjutnya kita terus melakukan updating data agar bantuan ini dapat diberikan kepada masyarakat yang benar membutuhkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan Kartu Bima Sakti diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap sistem administrasi bantuan secara konvensional. Dengan sistem tersebut, riwayat bantuan masyarakat dapat diketahui melalui proses pemindaian kartu sehingga pemerintah lebih mudah mengidentifikasi kebutuhan penerima.
"Kartu Bima sakti menggunakan sistem digital agar mudah dipantau dan terus terupdate oleh kita," tuturnya.
Lis menambahkan Kartu Bima Sakti juga akan diarahkan untuk mendukung berbagai bentuk bantuan dan kerja sama dengan pihak lain, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Ia berharap sistem tersebut dapat mempercepat pelayanan sekaligus membantu pemerintah memastikan masyarakat yang membutuhkan tidak terlewat dari program bantuan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....