Kemerdekaan Sejati Menurut Islam Bukan Sekadar Bebas

  • 14 Agt 2026 14:13 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai terbebas dari penjajahan, tetapi juga sebagai kebebasan manusia untuk beribadah dan mengabdi hanya kepada Allah SWT. Pemaknaan tersebut disampaikan Ustaz Muqtafin Trenggono menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam perspektif Islam, manusia diciptakan dengan tujuan utama untuk beribadah kepada Allah SWT. Karena itu, kemerdekaan sejati seharusnya membawa manusia kembali kepada tujuan penciptaannya, bukan justru membuatnya terikat pada sesuatu selain Allah.

"Perang itu dalam rangka untuk membebaskan manusia dari penyembahan terhadap sesama manusia," ucap Ustaz Muqtafin Trenggono, Jumat, 14 Agustus 2026.

Ia mengatakan, pesan tersebut dikaitkan dengan kisah Rabi' bin Amir ketika berhadapan dengan panglima Romawi, Rustum. Kemerdekaan dalam pandangan Islam berarti membebaskan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia, dan membawa mereka menuju penghambaan kepada Allah SWT.

Dalam kehidupan sehari-hari, bentuk keterikatan itu dapat muncul dalam berbagai hal, seperti jabatan, harta, popularitas, maupun hawa nafsu. Seseorang yang memiliki jabatan misalnya, jangan sampai menjadikan kedudukannya sebagai sesuatu yang dipertuhankan hingga melupakan kewajiban kepada Allah dan sesama.

"Manusia hanya pantas untuk diperbudak oleh Allah SWT," ujarnya.

Karena itu, momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk melihat kembali, apakah kebebasan yang dimiliki telah membawa manusia semakin dekat kepada Allah. Kemerdekaan yang sejati bukan sekadar bebas melakukan apa saja, tetapi kebebasan untuk menjalankan ibadah dan kebaikan sesuai tujuan penciptaan manusia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....