Wagub Kepri Nyanyang: Dorong Generasi Muda Perkuat Wawasan Kebangsaan

  • 13 Agt 2026 19:06 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Penguatan wawasan kebangsaan dinilai penting untuk membentengi generasi muda dari berbagai dampak negatif perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi digital. Hal tersebut dilakukan, dalam Dialog Kebangsaan bertema “Perkuat Wawasan Kebangsaan dalam Menjaga Karakter Anak Bangsa” di Aula Politeknik Negeri Batam, Kamis, 13 Agustus 2026.

Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Nyanyang Haris Pratamura, mengatakan perkembangan teknologi informasi memberikan banyak kemudahan bagi masyarakat. Namun, kemajuan tersebut juga menghadirkan tantangan terhadap pembentukan karakter generasi bangsa.

“Dengan laju modernisasi dan perkembangan teknologi informasi yang semakin kompleks, berbagai pengaruh negatif juga terdapat di dalamnya,” ujar Nyanyang Haris Pratamura.

Menurutnya, penyalahgunaan teknologi dan informasi dapat memicu berbagai persoalan sosial, seperti perundungan, perkelahian antarpelajar hingga tindakan kriminalitas. Sehingga, wawasan kebangsaan perlu terus ditanamkan agar generasi muda memiliki karakter kuat dan mampu menyikapi perkembangan zaman secara bijak.

Nyanyang menyebutkan, keberagaman suku, agama, budaya dan adat istiadat yang dimiliki Indonesia, termasuk Kepri, harus menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan dan kesatuan. Perbedaan tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk memecah kehidupan masyarakat.

“Keberagaman tersebut bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang harus kita rawat dan kita jaga bersama,” ucapnya.

Menurutnya, pemahaman wawasan kebangsaan dapat menjadi benteng bagi generasi muda dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif di era digital. Wawasan kebangsaan merupakan cara pandang bangsa Indonesia terhadap diri dan lingkungannya yang berlandaskan falsafah, cita-cita serta tujuan nasional.

“Dengan semakin kuat dan kokohnya pemahaman tentang wawasan kebangsaan, diyakini menjadi benteng kokoh dari pengaruh-pengaruh negatif,” tuturnya.

Dalam dialog tersebut, Nyanyang juga mengajak masyarakat memperkuat moderasi beragama serta menangkal intoleransi, radikalisme dan penyebaran informasi yang berpotensi memecah persatuan. Menurutnya, semangat persatuan dan kebersamaan menjadi modal penting dalam menjaga Kepri tetap aman dan kondusif.

“Saya yakin Kepri akan terus menjadi daerah yang aman, kondusif, dan menjadi teladan kerukunan bagi Indonesia,” katanya.

Ia mengingatkan, pentingnya menanamkan kembali empat pilar kebangsaan kepada generasi muda, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempatnya dinilai menjadi fondasi dalam membangun identitas nasional yang kuat di tengah perubahan sosial.

“Negara yang berhasil menjawab tantangan dengan baik adalah negara yang memiliki modal kebangsaan dan identitas nasional yang kuat,” katanya, menjelaskan.

Ia menambahkan, Kepri memiliki modal sosial yang kuat dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Indeks kerukunan umat beragama Kepri pada 2023-2024 berada di posisi kedua secara nasional, sedangkan pada 2025 menempati peringkat keempat dengan nilai 77,89 poin.

“Ini membuktikan bahwa masyarakat Kepri senantiasa hidup rukun, damai, dan saling bertoleransi,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....