Infrastruktur Jalan Buruk Hambat Perkembangan Ekonomi dan Investasi di Daerah
- 07 Agt 2026 17:36 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pengamat Ekonomi (Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi) STIE Pembangunan Tanjungpinang, Satriadi, menilai kondisi infrastruktur jalan yang rusak dapat menghambat perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) serta menurunkan minat investasi di daerah. Dampak tersebut dinilai berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.
Satriadi mengatakan pelaku UMKM sangat bergantung pada kelancaran distribusi bahan baku dan produk. Ketika akses jalan terganggu, proses produksi dan pemasaran akan menjadi lebih sulit.
“Jalan yang rusak membuat distribusi bahan baku dan produk UMKM menjadi terhambat sehingga daya saing usaha ikut menurun,” kata Satriadi, Jumat, 7 Agustus 2026.
Persoalan infrastruktur juga memengaruhi keputusan investor untuk menanamkan modal. Investor cenderung memilih daerah yang memiliki akses transportasi yang baik dan biaya logistik yang efisien.
Satriadi menjelaskan kondisi jalan yang banyak berlubang akan mengurangi daya tarik suatu wilayah sebagai lokasi investasi. Akibatnya, peluang investasi baru dapat berpindah ke daerah lain yang memiliki infrastruktur lebih memadai.
“Ketika infrastruktur menjadi masalah, investor akan melihat daerah tersebut kurang menarik untuk pengembangan usaha,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa sektor pariwisata juga dapat terdampak apabila akses jalan menuju destinasi wisata tidak memadai. Mobilitas wisatawan menjadi kurang nyaman sehingga potensi ekonomi dari sektor tersebut tidak berkembang optimal.
Menurut Satriadi, infrastruktur yang baik akan menciptakan berbagai efek bagi perekonomian daerah. Perbaikan jalan dapat memperkuat aktivitas perdagangan, investasi, dan pariwisata secara bersamaan.
“Infrastruktur jalan yang baik akan memperkuat iklim investasi dan membuka peluang ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tuturnya.
Satriadi berharap pemerintah daerah menjadikan pembangunan jalan sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan UMKM dan menarik investasi baru.
“Perbaikan jalan bukan hanya soal transportasi, tetapi juga tentang menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....