Keluarga Bantah Narasi Viral Lansia Hanya Makan Rebusan Biji Cempedak

  • 28 Jul 2026 16:21 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan – Unggahan video mengenai pasangan lanjut usia (lansia), Paulus dan Muttamimah, warga RT 002 RW 003 Kelurahan Sungai Enam, Kecamatan Bintan Timur, yang viral di media sosial mendapat klarifikasi dari keluarga dan perangkat lingkungan. Mereka menyatakan informasi yang beredar tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

Dalam video tersebut, pasangan lansia itu dinarasikan hanya mengonsumsi rebusan biji cempedak karena tidak memiliki beras serta belum menerima bantuan pemerintah. Namun, saat ditemui di kediamannya, Paulus membantah narasi tersebut. Menurut Paulus, ia dan istrinya masih mengonsumsi nasi seperti biasa meski dalam jumlah terbatas. Kebutuhan sehari-hari mereka juga kerap dibantu oleh warga sekitar.

"Kami masih makan nasi seperti biasa. Memang tidak banyak, tapi bukan hanya makan rebusan biji cempedak. Warga sekitar juga sering membantu kami," kata Paulus, Selasa, 28 Juli 2026.

Ketua RW 003 Kampung Sei Enam Darat, Saidi, turut memberikan penjelasan terkait video yang beredar. Ia mengatakan Muttamimah saat itu memang sedang mengonsumsi rebusan biji cempedak, namun bukan karena pasangan tersebut tidak memiliki beras.

Saidi menyebut warga selama ini rutin memberikan bantuan secara swadaya berupa nasi, lauk-pauk, dan sembako kepada Paulus dan Muttamimah. Ia juga menjelaskan kondisi Paulus yang mulai mengalami penurunan daya ingat membuatnya cenderung mengiyakan pertanyaan saat diwawancarai pembuat konten.

"Saat video dibuat, Ibu Muttamimah memang ingin makan rebusan biji cempedak, bukan karena tidak ada beras. Selama ini warga tetap bergotong royong membantu kebutuhan sehari-hari Pak Paulus dan Ibu Muttamimah," ujar Saidi.

Lebih lanjut, Saidi mengatakan perangkat RT, RW, dan Kelurahan Sungai Enam telah berupaya membantu pengurusan dokumen kependudukan pasangan lansia tersebut, termasuk pengajuan bantuan bedah rumah. Namun, proses tersebut masih terkendala status lahan tempat tinggal dan administrasi perpindahan dari daerah asal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....