Faktor Ekonomi Picu Maraknya Peredaran Rokok Ilegal di Masyarakat

  • 28 Jul 2026 10:51 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Peredaran rokok ilegal di tengah masyarakat dinilai masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kondisi ekonomi hingga lemahnya pengawasan. Pengamat Sosial Sekolah Tinggi Ilmu Politik (STISIPOL) Raja Haji Tanjungpinang, Rianto, menilai persoalan tersebut perlu dipahami secara menyeluruh agar penanganannya lebih efektif.

"Peredaran rokok ilegal dipengaruhi oleh faktor ekonomi, budaya, kelembagaan, hingga faktor sosial yang saling berkaitan," ujar Pengamat Sosial, Rianto, Selasa, 28 Juli 2026.

Rianto menjelaskan, dari sisi ekonomi harga rokok legal yang semakin mahal membuat sebagian masyarakat beralih ke rokok ilegal yang dijual lebih murah. Selain itu, keuntungan yang diperoleh pedagang dari penjualan rokok ilegal juga dinilai lebih besar sehingga praktik tersebut masih terus berlangsung.

"Ketika daya beli masyarakat menurun, rokok ilegal menjadi pilihan karena harganya lebih murah dan dianggap lebih menguntungkan bagi pedagang," katanya.

Ia juga menyoroti faktor budaya yang masih memperlihatkan tingginya kebiasaan merokok di masyarakat. Kondisi tersebut membuat sebagian konsumen lebih mempertimbangkan harga dibandingkan memperhatikan legalitas produk yang dibelinya.

Keterbatasan pengawasan dan jumlah petugas turut memengaruhi masih maraknya peredaran rokok ilegal. Di sisi lain, masyarakat menormalisasikan perdagangan rokok ilegal membuat praktik tersebut seolah menjadi hal yang biasa.

"Selama pengawasan masih terbatas dan masyarakat menganggap hal ini biasa, peredaran rokok ilegal akan sulit ditekan," tuturnya.

Menurutnya, penegakan hukum terhadap pelaku juga perlu diperkuat agar memberikan efek jera. Ia berharap langkah pencegahan dan penindakan dapat berjalan seimbang sehingga peredaran rokok ilegal dapat ditekan secara berkelanjutan.

"Penegakan hukum harus lebih tegas agar mampu memberikan efek jera kepada pelaku perdagangan rokok ilegal," katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....