Taubat dan Istighfar Bekal Menghadapi Hari Pembalasan
- 27 Jul 2026 14:08 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Ustaz Satrio menegaskan bahwa taubat dan istighfar menjadi bekal penting bagi setiap muslim dalam menghadapi hari pembalasan di akhirat. Hal tersebut disampaikan dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Tanjungpinang, Senin, 27 Juli 2026.
Ustaz Satrio menjelaskan bahwa seluruh amal manusia akan diperlihatkan dan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Menurutnya, setiap kebaikan maupun keburukan akan ditampakkan sehingga tidak ada satu pun yang dapat disembunyikan.
"Yang dapat menggugurkan dosa-dosa adalah ketika hidup di dunia ini berbanyak untuk bertaubat," ucap Ustaz Satrio.
Ia mengatakan Al-Qur'an menyebut hari pembalasan dengan beberapa istilah, yakni Yaumiddin, Yaumul Hisab, Yaumul Qiyamah, dan Yaumul Fashl. Seluruh istilah tersebut menggambarkan proses ketika manusia menerima balasan atas amal yang telah diperbuat selama hidup di dunia.
Meskipun seluruh amal akan diperlihatkan, Allah SWT tetap membuka pintu ampunan bagi hamba yang bersungguh-sungguh bertaubat. Menurutnya, dosa dapat dihapus melalui taubat, istighfar, dan kesungguhan memperbaiki diri selama masih diberi kesempatan hidup.
"Allah itu pengampun, Rahman, Rahim, bukan pendendam,” ujarnya.
Sebagai bentuk ikhtiar, ia menganjurkan umat Islam menghidupkan malam dengan memperbanyak ibadah sunnah. Ia menyebut salat sunnah wudu, taubat, hajat, tahajud, dan witir sebagai amalan yang dapat dikerjakan sebelum waktu Subuh.
Ustaz Satrio mengajak umat Islam memanfaatkan usia dan kesehatan untuk memperbanyak amal saleh, istighfar, serta taubat. Menurutnya, kesempatan hidup di dunia merupakan waktu terbaik untuk mempersiapkan diri sebelum datangnya hari pembalasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....