UMRAH Komitmen Menjadi Mitra Strategis Konservasi Maritim
- 27 Jul 2026 08:51 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Taman Wisata Perairan (TWP) Timur Pulau Bintan berperan sangat penting sebagai benteng biodiversitas maritim di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Sebagai Universitas Maritim di Kepri Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang berkomitmen menjadi mitra strategis dalam konservasi TWP Timur Pulau Bintan.
Rektor UMRAH Tanjungpinang, Agung Dhamar Syakti, mengatakan Provinsi Kepulauan Riau merupakan wilayah yang identitasnya tidak dapat dipisahkan dari laut. Dengan sekitar 96 persen wilayah berupa perairan, Kepri memiliki posisi strategis sebagai benteng maritim sekaligus koridor biodiversitas penting di Indonesia.
Menurutnya, TWP Timur Pulau Bintan memiliki nilai ekologis yang sangat tinggi karena mencakup kawasan terumbu karang, padang lamun, dan hutan mangrove yang menjadi habitat berbagai biota laut. Namun, kawasan tersebut juga menghadapi berbagai tantangan, mulai dari tekanan aktivitas manusia, dampak perubahan iklim, hingga perlunya tata kelola yang lebih kolaboratif dan adaptif.
Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan sumber daya pesisir dan laut melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. UMRAH berkomitmen untuk menjadi mitra strategis bagi pemerintah, masyarakat, dan lainya dalam upaya pelestarian dan konservasi maritim.
UMRAH menegaskan komitmennya untuk selalu menjadi mitra penting dan strategis bagi pemerintah daerah, kementerian, organisasi non-pemerintah. "Serta masyarakat dalam mendukung konservasi, perlindungan laut, dan pemanfaatan sumber daya pesisir secara berkelanjutan,” ujar Agung Dhamar Syakti, Minggu, 26 Juli 2026.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, UMRAH terus mengembangkan peran akademiknya melalui tiga fokus utama. Pertama, memperkuat riset berbasis bukti dan pemantauan ekologi untuk menghasilkan data ilmiah yang dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan. Kedua, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia melalui pemberdayaan masyarakat pesisir dan pengembangan citizen science.
Ketiga, memberikan dukungan ilmiah kepada UPTD BLUD dalam penyusunan zonasi, kajian daya dukung wisata, serta pengembangan ekowisata bahari yang ramah lingkungan. Dirinya berharap ruang diskusi terkait hal tersebut tidak hanya berhenti di Forum Pemangku Kepentingan Taman Wisata Perairan (TWP) Timur Pulau Bintan) bertajuk “Sinkronisasi Pengelolaan TWP Timur Pulau Bintan” yang berlangsung di Galeri Tamadun Maritim, Gedung Satu Gurindam-Ismeth Abdullah, Kampus UMRAH Dompak, Sabtu, 25 Juli 2026.
Tetapi mampu menghasilkan komitmen bersama dan rencana aksi nyata dalam mewujudkan pengelolaan TWP Timur Pulau Bintan yang efektif, mandiri, dan berkelanjutan. Pengelolaan TWP Timur Pulau Bintan memerlukan integrasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, pelaku usaha pariwisata, hingga masyarakat lokal.
“Sinergi inilah yang akan menjadi fondasi dalam menjaga kelestarian ekosistem laut sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir,” ujarnya.
Melalui penyelenggaraan forum ini, UMRAH kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi maritim yang tidak hanya menghasilkan kajian ilmiah, tetapi juga aktif menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat. Terutama dalam mendukung pengelolaan sumber daya kelautan yang berkelanjutan, sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 14 tentang Life Below Water.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....