Distribusi MinyaKita Kembali Normal, Pasokan Kepri Bertambah 320,5 Ton
- 12 Jul 2026 14:34 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) memastikan pasokan minyak goreng bersubsidi merek MinyaKita kembali mengalir ke wilayah Kepri setelah sebelumnya sempat mengalami kendala distribusi akibat terbatasnya transportasi laut. Sebanyak 249 ton MinyaKita telah tiba di Tanjungpinang dan akan disusul tambahan 71,5 ton pada pertengahan Juli 2026, Sabtu, 11 Juli 2026, Sore.
Pengawas Perdagangan Ahli Madya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepri, Andri Kurniawan, mengatakan pemerintah mengapresiasi peran distributor, salah satunya CV Bintang Perkasa Tanjungpinang, yang telah membantu menjaga ketersediaan minyak goreng di daerah. Menurutnya, distribusi MinyaKita diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
”Harapan kami, minyak goreng ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, terutama di tengah kondisi perekonomian yang belum menentu,” kata Andri Kurniawan.

Andri menegaskan, pemerintah akan terus melakukan pengawasan di lapangan agar penjualan MinyaKita sesuai dengan ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700 per liter sebagaimana tercantum pada kemasan. Berdasarkan data Disperindag, kebutuhan minyak goreng di Provinsi Kepri mencapai sekitar 2.000 ton per tahun untuk seluruh jenis minyak goreng.
”Kami akan menindaklanjuti dengan pengawasan di lapangan karena harga eceran tertinggi MinyaKita sudah ditetapkan sebesar Rp15.700,” ucapnya.
Ketua Asosiasi Distributor Barang Pokok (ADIBAPOK) Kota Tanjungpinang, M. Sadmi Al-Qayyum, menyebutkan kelangkaan MinyaKita yang sempat terjadi beberapa waktu lalu dipicu oleh hambatan transportasi. Namun, setelah adanya koordinasi antara pemerintah daerah dan pelaku distribusi, penambahan armada pengangkut membuat pasokan kembali berjalan normal.
”Setelah koordinasi beberapa minggu lalu, transportasi mulai kembali kondusif sehingga hari ini sebanyak 249 ton MinyaKita bisa masuk,” ujar M. Sadmi Al-Qayyum.

Menurutnya, dari total pasokan yang tiba, sekitar 72 ton dialokasikan untuk Kabupaten Karimun, 81 ton untuk Kota Tanjungpinang, dan 96 ton untuk wilayah lainnya. ADIBAPOK juga akan menerima tambahan pasokan sebanyak 71,5 ton pada 15 Juli mendatang sebagai langkah antisipasi agar tidak kembali terjadi kekosongan stok.
Sadmi menambahkan, penyaluran MinyaKita kini diperketat, minyak goreng bersubsidi tersebut hanya dapat dijual oleh pedagang yang memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) dan memenuhi persyaratan sebagai pengecer resmi. Selain itu, jumlah distribusi kepada masing-masing pedagang dibatasi sekitar 50 hingga 75 dus per minggu agar pasokan lebih merata.
“Pasokan akan kami tingkatkan dari 2 kali menjadi 3 kali pengiriman setiap bulan, sehingga setiap minggu ada barang masuk dengan target sekitar 12 ribu hingga 15 ribu dus,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....