TBM Kepri: Literasi Digital Jadi Bekal Penting Hadapi Dunia Kerja
- 13 Jul 2026 22:00 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Kemampuan literasi, khususnya literasi digital, dinilai menjadi salah satu kompetensi penting yang harus dimiliki masyarakat dalam menghadapi persaingan dunia kerja di era transformasi digital. Literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membentuk pola pikir kritis, analitis, serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, Senin, 13 Juli 2026.
Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Harken, mengatakan perkembangan teknologi telah mengubah berbagai aspek kehidupan, termasuk kebutuhan kompetensi di dunia kerja. Menurutnya, setiap individu perlu memiliki kecakapan literasi digital agar mampu menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
”Sesungguhnya literasi adalah fondasi utama untuk mencapai kesejahteraan,” ujar Harken.
Harken menjelaskan, kemampuan literasi juga berpengaruh terhadap kesiapan seseorang saat mengikuti proses rekrutmen kerja, seperti wawancara atau tes seleksi. Seseorang yang memiliki kemampuan literasi yang baik dinilai lebih mudah berpikir kritis dan menyampaikan jawaban secara sistematis sehingga memberikan kesan positif kepada perusahaan atau organisasi.
”Ketika menghadapi interview, kita dituntut berpikir kritis dan analitis, kemampuan literasi bagus akan mudah menjawab pertanyaan yang diberikan,” ucapnya.
Harken menegaskan, budaya literasi perlu dibangun sejak usia dini dan terus dikembangkan sepanjang hayat. Menurutnya, pembiasaan literasi sejak kecil akan membuat seseorang lebih siap menghadapi perubahan zaman serta mengurangi risiko ketertinggalan di tengah perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.
”Proses literasi adalah proses sepanjang hayat, sejak kita hadir di dunia, orang tua sudah harus mengenalkan literasi,” tuturnya.
Harken menambahkan, tantangan terbesar generasi muda saat ini bukan pada kemampuan menggunakan teknologi, melainkan bagaimana memanfaatkan teknologi tersebut untuk belajar, berkarya, dan meningkatkan kualitas diri. Sehingga, ia mengajak masyarakat menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari agar mampu beradaptasi, menyelesaikan persoalan, dan mencapai kesejahteraan dalam arti yang lebih luas.
”Itulah tantangan terbesar yang harus kita jawab melalui penguatan budaya literasi,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....