Sejumlah Persoalan Ditemukan dalam SPMB Tahun 2026 di Tanjungpinang
- 30 Jun 2026 20:19 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMA dan SMK di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tahun ajaran 2026/2027 menyisakan sejumlah catatan dan persoalan. Setidaknya terdapat tiga permasalahan utama yang mencuat selama proses seleksi berlangsung.
Anggota DPRD Kepri, Rudi Chua, menjelaskan persoalan pertama berkaitan dengan pelaksanaan jalur domisili. Menurutnya, dalam proses seleksi ditemukan adanya sistem perangkingan yang didasarkan pada nilai akademik siswa.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, persoalan tersebut muncul akibat pengalihan sisa kuota dari jalur afirmasi yang tidak terpakai. Kuota yang tersisa kemudian dialihkan ke jalur domisili.
"Namun, dalam pelaksanaannya, proses seleksi justru menggunakan parameter nilai akademik sehingga memunculkan polemik di tengah masyarakat," kata Rudi Chua, Selasa, 30 Juni 2026.
Adapun yang kedua terjadi pada jenjang SMK, khususnya pada jurusan-jurusan favorit yang daya tampungnya telah terpenuhi. Akibatnya, siswa yang memilih jurusan tersebut secara otomatis dipindahkan oleh sistem ke jurusan lain yang masih memiliki kuota.
"Sebagai contoh, pilihan awalnya jurusan perhotelan, lalu mereka teralihkan ke jurusan busana. Kalau tidak ada minat, maka mereka akan sulit berkembang nantinya," tuturnya.
Persoalan ketiga yang turut menjadi sorotan adalah masih tingginya minat masyarakat terhadap sekolah-sekolah yang dianggap favorit. Salah satunya itu, seperti di SMAN 1 Tanjungpinang.
"Kondisi tersebut turut memengaruhi dinamika pelaksanaan SPMB tahun ini dan menjadi perhatian berbagai pihak," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....