Harga Bahan Pokok Naik di Pasar Bintan Center, Daya Beli Menurun
- 30 Jun 2026 13:11 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Sejumlah harga komoditas bahan pokok di Pasar Bintan Center Kilometer 9, Kota Tanjungpinang, mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kenaikan terjadi pada sejumlah komoditas hortikultura, seperti cabai, bawang, tomat, hingga wortel. Kondisi tersebut turut berdampak pada menurunnya daya beli masyarakat, Selasa, 30 Juni 2026.
Pemilik kios bahan pokok di Pasar Bintan Center, Ajuma, mengatakan, kenaikan paling terasa terjadi pada cabai merah, saat ini cabai merah dijual dengan harga Rp62 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berkisar Rp55 ribu hingga Rp56 ribu per kilogram. Sementara itu, cabai rawit relatif stabil di kisaran Rp54 ribu - Rp55 ribu per kilogram.
“Cabai merah sekarang di harga Rp62 ribu per kilogram, sebelumnya masih sekitar Rp55 ribu - Rp56 ribu,” ujar Ajuma.

Selain cabai merah, kenaikan juga terjadi pada cabai hijau yang kini dijual sekitar Rp52 ribu - Rp55 ribu per kilogram, sebelumnya hanya berkisar Rp30 ribu. Harga wortel juga naik dari Rp16 ribu menjadi Rp18 ribu per kilogram, sedangkan tomat masih stabil di kisaran Rp26 ribu - Rp28 ribu per kilogram.
Untuk bawang merah kualitas baik kini dijual Rp46 ribu - Rp48 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp38 ribu, sementara bawang putih naik dari Rp32 ribu menjadi Rp34 ribu per kilogram. Adapun harga jahe dan kunyit masih tergolong stabil di kisaran Rp20 ribu - Rp30 ribu per kilogram.
Menurutnya, penyebab kenaikan harga belum dapat dipastikan. Namun, ia mendengar berbagai informasi yang mengaitkan kenaikan tersebut dengan distribusi barang akibat antrean BBM maupun faktor lainnya, sebagian besar pasokan bahan pokok di kiosnya berasal dari Batam dan sebagian lagi diperoleh dari pedagang di pasar setempat.
”Kalau informasi yang kami dengar ada yang bilang karena antrean BBM, ada juga yang menyebut faktor lain, kami juga belum tahu pasti penyebabnya,” ucapnya.
Di tengah kenaikan harga, Ajuma mengaku daya beli masyarakat justru terus melemah. Ia menyebut penurunan transaksi sudah berlangsung selama lebih dari tiga bulan sehingga berpengaruh terhadap omzet para pedagang.
”Harapan kami semoga harga bahan pokok bisa kembali stabil dan daya beli masyarakat juga meningkat sehingga aktivitas jual beli kembali normal,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....