Aksi Beach Cleaning Bersama di Desa Mapur, Berhasil Kumpulkan 800 Kg Sampah

  • 24 Jun 2026 11:35 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Bintan - Dalam rangka menyelaraskan Hari Lingkungan Hidup sedunia, Bintan Seagrass Conservation bersinergi dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Mapur menggelar aksi nyata beach cleaning (bersih-bersih pantai). Difokuskan pada optimalisasi minimalisir sampah pesisir dan sampah dari perumahan atas laut yang selama ini mengancam kelestarian ekosistem laut lokal.

Aksi yang berlangsung semarak ini diikuti oleh lebih kurang 100 orang peserta. Mulai dari pelajar SLTP dan SLTA, hingga berbagai kelompok masyarakat seperti Pokmaswas Perisai, Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD), pengurus PKK, serta warga Desa Mapur lainnya yang bahu-membahu menyisir garis pantai.

Dari aksi kolektif tersebut, volume sampah yang berhasil diakumulasikan mencapai kurang lebih 800 kg. Petugas dan relawan langsung melakukan pemilahan di lokasi, di mana sampah plastik mendominasi, diikuti oleh botol kaca, sisa makanan, seng/besi tua, serta sampah organik.

Turut hadir memberikan dukungan, Tri Edi Kuriandewa, perwakilan dari instansi/pakar konservasi terkait yakni Bintan Seagrasss Conservation dibawah naungan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB University (PKSPL-IPB University) yang bekerja sama dengan United Nations Office for Project Services Perserikatan Bangsa-bangsa (UNOPS PBB), menyatakan apresiasinya atas gerakan ini. "Aksi ini merupakan pemantik penting dalam menyelamatkan ekosistem pesisir. Namun yang lebih krusial adalah konsistensi pasca-kegiatan, dimana kesadaran kolektif yang telah terbangun hari ini harus bermuara pada sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan di Desa Mapur," ujar Tri Edi Kuriandewa, Rabu, 24 Juni 2026.

Harapan senada juga disampaikan oleh Kepala Desa Mapur, Abdul Razak. Ia menegaskan komitmen penuh jajaran pemerintah desa untuk terus mendukung kegiatan pelestarian lingkungan seperti ini ke depannya.

"Harapan kami selaku Kepala Desa, lingkungan masyarakat harus senantiasa bersih. Kesadaran kolektif ini kita bangun bersama, dan Pemdes tentu akan mensupport penuh agenda seperti ini maupun tahap selanjutnya. Kita ingin Desa Mapur bebas dari genangan air yang kotor dan bau, apalagi saat ini kita harus waspada terhadap timbulnya penyakit seperti DBD dan malaria. Jika ekosistem pesisir terjaga, Desa Mapur pasti sejahtera secara aspek sosial pesisir," ucap Abdul Razak.

Ketua Badan permusyawaratan Desa (BPD) Desa Mapur, Eko Bambang, mengingatkan aksi ini harus menjadi batu loncatan bagi program yang lebih besar dan memiliki nilai tambah bagi masyarakat setempat. "Kegiatan ini tidak boleh berhenti sekedar bersih-bersih ataupun memungut sampah saja. Kami sangat berharap akan ada tindak lanjut dari pihak-pihak yang memiliki kapasitas untuk mendorong optimalisasi pengelolaan sampah yang efektif. Baik itu berupa bantuan pengadaan alat mengelola sampah, maupun pemberdayaan masyarakat yang memiliki manfaat langsung. Apalagi jika dikelola dengan baik, sampah ini sebenarnya memiliki nilai ekonomis yang tinggi," kata Eko Bambang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....