Lingga Mulai Bersihkan Lahan Pembangunan Sekolah Rakyat
- 16 Jun 2026 12:04 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Lingga - Pemerintah Kabupaten Lingga mulai melakukan pembersihan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Mepar, Kecamatan Lingga. Kegiatan yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) itu berlangsung sejak 15 hingga 30 Juni 2026 sebagai bagian dari percepatan proyek pendidikan tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Lingga, Armia, mengatakan pembersihan lahan menjadi tahapan awal sebelum pembangunan fisik dimulai. Pemerintah daerah saat ini terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau dan Kementerian Sosial untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai jadwal.
"Hari ini kita kembali melakukan rapat zoom meeting dengan Pak Gubernur Kepulauan Riau dan Kementerian Sosial terkait progres pembangunan Sekolah Rakyat yang ada di Kabupaten Lingga," ujar Armia, Selasa 16 Juni 2026.
Menurut Armia, seluruh tahapan pembangunan telah dibahas dalam rapat koordinasi tersebut. Hingga saat ini, Kabupaten Lingga dinilai tidak menghadapi kendala berarti dalam proses persiapan pembangunan Sekolah Rakyat.
Ia menyebut proses administrasi dan persiapan teknis terus berjalan secara paralel. Selain pembersihan lahan, pemerintah juga tengah menyelesaikan berbagai dokumen pendukung yang menjadi syarat pelaksanaan proyek.
"Alhamdulillah, untuk Kabupaten Lingga tidak ada hambatan dalam proses pembangunan Sekolah Rakyat. Bulan ini kita juga akan melakukan pembersihan lahan," ujarnya.
Pemerintah menargetkan proses lelang pembangunan dapat dilaksanakan pada Oktober 2026. Setelah proses tender selesai, pembangunan fisik sekolah direncanakan dimulai pada akhir tahun yang sama.
Armia menjelaskan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) dan AMDAL Lalu Lintas masih dalam tahap penyelesaian. Namun ia optimistis seluruh perizinan dapat rampung sesuai target yang telah ditetapkan.
Keberadaan Sekolah Rakyat di Lingga diharapkan menjadi solusi bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu agar tetap mendapatkan akses pendidikan yang layak. Pemerintah daerah menilai program ini dapat membantu menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lingga.
"Kami berharap tidak ada lagi generasi muda Kabupaten Lingga yang tidak menempuh bangku pendidikan atau putus sekolah karena kondisi ekonomi yang tidak mampu," tuturnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....