BWI Kepri Dorong Transformasi Wakaf Produktif di Momentum Tahun Baru Islam

  • 15 Jun 2026 10:25 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Badan Wakaf Indonesia (BWI) Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah sebagai titik balik transformasi pengelolaan wakaf di wilayah tersebut. BWI Kepri kini fokus mendorong pergeseran paradigma wakaf dari yang semula bersifat konsumtif menjadi produktif.

Ketua BWI Perwakilan Kepri, Huzaifa Dadang, menegaskan bahwa selama ini masyarakat cenderung mempersempit makna wakaf hanya pada tiga sektor, yakni masjid, madrasah, dan makam (3M). Hijrah dalam konteks wakaf berarti bergerak dari yang belum maksimal menjadi maksimal.

“Kita ingin mengubah pandangan masyarakat agar melirik wakaf produktif yang manfaatnya berkelanjutan untuk ekonomi umat,” ujar Huzaifa di Tanjungpinang, Senin 15 Juni 2026.

Huzaifa Dadang menjelaskan, wakaf produktif memungkinkan aset seperti lahan perkebunan, sumber air, hingga bangunan ruko yang terbengkalai dikelola menjadi unit usaha. Hasil dari pengelolaan aset tersebut nantinya akan dialokasikan untuk kepentingan masyarakat luas, sesuai dengan prinsip dasar wakaf, yakni menjaga kelestarian aset (aset tetap) sambil mengalirkan manfaatnya secara konsisten.

“Aset-aset ini akan menjadi aset produktif yang akan membantu umat,” ujarnya.

Selain wakaf aset, BWI Kepri tengah memprioritaskan sosialisasi wakaf uang kepada masyarakat. Melalui program "Gerakan Kepri Berwakaf", BWI ingin mempermudah masyarakat untuk berkontribusi tanpa harus menunggu memiliki aset besar.

Berapapun yang diberikan, akan dikumpulkan dan kelola untuk membiayai program strategis, seperti penyediaan sumber air bersih atau modal unit usaha produktif. “Wakaf uang tidak terbatas jumlahnya dengan program yang jelas,” ucapnya.

Untuk menjaga kepercayaan publik, Huzaifa menjamin pengelolaan dana wakaf akan dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. BWI Kepri berkomitmen melakukan sertifikasi bagi para nazir (pengelola wakaf) agar dana umat dikelola sesuai standar syariat dan regulasi yang berlaku.

“Masyarakat tidak perlu ragu, karena setiap rupiah yang diwakafkan akan kami kelola dengan profesional,” katanya.

Huzaifa mengajak seluruh masyarakat Kepri untuk memulai kebiasaan berwakaf rutin, baik secara mingguan maupun bulanan, sebagai bentuk kepedulian sosial yang membawa keberkahan di tahun yang baru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....