Pemprov Kepri Targetkan Penuntasan Masalah Listrik Pulau Terluar dalam Dua Tahun
- 04 Jun 2026 21:10 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau (Kepri) terus memperluas akses kelistrikan bagi masyarakat kepulauan melalui program Kepri Terang yang dijalankan bersama PT PLN. Hingga tahun 2026, sebanyak 155 pulau berpenghuni telah menikmati layanan listrik PLN, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2020 yang baru menjangkau 96 pulau, Kamis, 4 Juni 2026.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kepri, M. Darwin, mengatakan, peningkatan tersebut turut mendorong rasio elektrifikasi di Kepri mencapai 99,45 persen. Menurutnya, capaian ini menjadi bagian dari upaya pemerintah menghadirkan pemerataan pembangunan hingga ke wilayah pulau terluar.
“Jumlah pulau berpenghuni yang sudah mendapatkan listrik PLN terus bertambah,” ujar M. Darwin.
Selain jaringan listrik PLN, pemerintah juga mengembangkan sumber penerangan melalui program non-PLN. Sehingga, jumlah pulau yang memperoleh listrik dari bantuan pemerintah meningkat dari 10 pulau pada tahun 2020 menjadi 85 pulau pada tahun 2026.
Darwin menyebutkan, jumlah pulau berpenghuni yang belum menikmati listrik juga mengalami penurunan cukup drastis. Jika pada tahun 2020 masih terdapat 118 pulau yang belum berlistrik, kini tersisa 34 pulau yang tersebar di enam kabupaten dan kota di Kepri, sementara Kota Tanjungpinang telah mencapai akses listrik 100 persen.
“Kami sudah menyiapkan genset dan saat ini menunggu proses pelaksanaan dari PLN,” ucapnya.
Pemprov Kepri bersama PLN menargetkan seluruh pulau berpenghuni yang belum terlayani listrik dapat memperoleh penerangan selama 24 jam secara bertahap pada tahun 2026 hingga 2027. Untuk mendukung program tersebut, PLN akan membangun pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal di sejumlah pulau yang belum terjangkau jaringan listrik.
“Program ini didukung pembiayaan negara melalui APBN, kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat hingga pemerintah daerah,” tuturnya.
Darwin menambahkan, selama periode 2021 hingga 2025, pemerintah telah merealisasikan bantuan pasang baru listrik (BPBL) bagi 14.340 rumah tangga di Kepri. Program tersebut didanai melalui APBN, APBD, serta dukungan tanggung jawab sosial perusahaan di sektor ketenagalistrikan dan migas.
Ia berharap, program “Kepri Terang” dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kehadiran listrik tidak hanya berfungsi sebagai sumber penerangan, tetapi juga membuka peluang usaha, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta mendukung proses belajar anak-anak di wilayah kepulauan.
“Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....