Kemandirian Pertanian dan SDM Menjadi Kendala dalam Perkembangan Pertanian

  • 30 Mei 2026 18:50 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Dalam pengembangan sektor pertanian di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) maupun di Indonesia kendala utamanya adalah Sumber Daya Manusia (SDM). Kemudian Kemandirian pengelolaan pertanian tanpa bergantung dari pemerintah juga menjadi sorotan dalam pengembangan pertanian.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau, Rudi Hartono, mengatakan potensi lahan pertanian di Kepri sangat besar. Namun, jumlah petani yang mampu untuk mengelola secara mandiri masih terbatas.

Dicontohkannya seperti potensi lahan pertanian yang ada di Kabupaten Lingga cukup besar. Namun, petani yang mengelola secara mandiri masih sangat minim.

“Keberhasilan pertanian, sejatinya apabila masyarakat mampu melanjutkan usaha tani secara mandiri tidak bergantung dari bantuan pemerintah,” ujar Rudi Hartono, Sabtu, 30 Mei 2026.

Pemerintah sudah meluncurkan berbagai program agar masyarakat dapat membangun kemandirian dalam pengelolaan pangan. Seperti bantuan Pemberian alat berat dan mesin-mesin pertanian dengan harapan dapat meningkatkan usaha tani.

Namun, yang menjadi kendala utamanya adalah kurangnya SDM di bidang pertanian. Ia kembali mencontohkan tidak adanya regenerasi menjadikan pertanian yang sebelumnya ada dan sukses menjadi mati dan tidak tergarap dengan baik.

“Contohnya di Bintan ada petani yang mengolah padi, kemudian petaninya meninggal dunia. Kegiatan pertanian disana terhenti,” tuturnya.

Kondisi ini, tentunya menunjukkan perlunya proses peningkatan kapasitas peningkatan SDM petani. Langkah ini dilakukan agar usaha tani dapat terus berkembang dan berjalan dengan baik.

“Kendala utama yang dihadapi saat ini adalah SDM. Banyak lahan pertanian yang berhenti karena kurangnya tenaga kerja di bidang pertanian,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....