Modernisi Pertanian Diharapkan Menarik Minat Milenial Menjadi Petani

  • 30 Mei 2026 08:36 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Berbagai upaya dan program dilakukan oleh Kementerian Pertanian dalam menarik minta generasi muda untuk menjadi petani. Salah satunya melalui program Brigade Pangan hingga Modernisasi pertanian.

Kepala Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kepulauan Riau, Rudi Hartono, mengatakan saat ini mayoritas petani di Indonesia masih di dominasi oleh usia 50 hingga 60 tahun yang masih aktif mengelola pertanian. Kondisi ini menjadi tantangan yang cukup besar bagi pembangunan pertanian nasional, mengingat membutuhkan regenerasi petani muda yang kompeten dan inovatif.

“Terkadang mahasiswa pertanian itu cita-cita bukan mau menjadi petani, tetapi mungkin maunya di kantor dan sebagainya,” ujar Rudi Hartono, Sabtu, 30 Mei 2026.

Menyadari kondisi ini, kementerian pertanian telah meluncurkan berbagai program untuk mendukung petani milenial. Salah satu yang menjadi program unggulan adalah Brigade pangan yang bertujuan meningkatkan partisipasi anak muda dalam dunia pertanian.

Dalam program tersebut, mensyaratkan luas lahan minmal 200 hektar dan melibatkan 15 anak muda dalam satu brigade. Melalaui pola kemitraan bagi hasil, dalam program ini, input pertanian seperti alat pertanian disediakan oleh oleh kementerian pertanian dan lahannya dimiliki oleh pentani.

“Dalam skema bagi hasil, pemilik lahan mendapatkan bagian sebesar 30 persen, sementara pengolah brigade pangan memperoleh 70 persen,” tuturnya.

Menurutnya, efisisensi pengelolaan pertania idealnya adalah 200 hektar, untuk pertanian padi. Untuk di Kepri sendiri memang masih terkendala oleh lahan, namun ada program lain yang dapat dikembangkan, tetapi generasi mudanya harus tertarik dulu di bidang pertanian.

Kementerian juga gencar mendorong drone pertanian melalui BRMP. Tujuannya untuk mengurangi pengunaan teknologi manual digantikan dengan teknologi seperti penanaman, pemupukan dan lainnya dengan drone dan sebagainya.

“Langkah ini dihrapakan mampu untuk dapat menarik minat generasi muda untuk menjadi petani,” katanya.

Petani milenial saat ini bukan tidak ada, akan tetapi jumlahnya belum seperti yang diharapkan. Dengan berbagai inovasi dan program yang dilakukan oleh kementerian pertanian dapat menarik minat generasi muda untuk menjadi petani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....