Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang Edukasi ASI Eksklusif Cegah Stunting

  • 19 Mei 2026 13:43 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang melakukan kegiatan pengabdiaan masyarakat edukasi persiapan asi eklusif. Kegiatan ini dilakukan di Kelurahan Pinang Kencana dengan wilayah kerja Puskesmas Batu 10, Selasa, 19 Mei 2026.

Ketua Kegiatan Pengabdian Masyarakat, Nurmiati Tianastia Rullyni, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang dilakukan setiap tahunnya melalui mitranya yaitu Puskesmas Batu 10. Kegiatan ini diharapkan angka stunting di keluarga maupun puskesmas dapat terencana dan teratasi.

”Kondisi masalah stunting untuk di puskesmas betul-betul terencana dan dapat kita bantu untuk mengatasinya,” ujar Nurmiati Tianastia Rullyni.

Nurmiati menjelaskan, tujuan kegiatan ini yaitu melakukan jemput bola terkait permasalah asi ekslusif. Hal ini untuk, upaya pencegahan stunting bagi bayi sehingga mendapatkan asupan yang cukup dalam seribu hari kehidupan.

”Bayi-bayi itu harus mendapatkan asupan dalam seribu hari kehidupan,” katanya, menjelaskan.

Menurutnya, pada masa kehamilan harus sudah disiapkan sejak dini, sehingga nantinya dapat memberikan asi ekslusif untuk bayinya. Hal ini bertujuan, agar Ibu tidak memberikan susu formula kepada bayinya yang menyebabkan gagalnya pemberian asi eksklusif tersebut.

”Kehamilan ini sudah kita persiapkan bagaimana nanti bisa siap untuk memberikan asli eksklusif kepada bayinya,” ucapnya.

Ia menyebutkan, Kelurahan Pinang Kencana yaitu Batu 10 menjadi kasus stunting tertinggi saat ini yaitu 283 kasus, disusul dengan Kampung Bugis dengan 103 kasus, Seijang dengan 97 kasus, Melayu Kota Piring dengan 13 Kasus, dan Kampung bugis dengan 10 kasus. Hal ini yang menyebabkan, pihaknya masih fokus pada wilayah Batu 10 yang kasusnya cukup tinggi.

”Kalau untuk Tanjung Pinang salah satu lokus yang angka stuntingnya tinggi termasuk di wilayah Batu 10,” tuturnya.

Sehingga, pendampingan terus digalakan seperti, fisik ibu saat kehamilan pertama harus tetap terjaga nutrisinya. Selain itu, juga edukasi perawatan payudaranya dan persiapan psikologis sang ibu.

”Persiapan itu sebenarnya jauh kita persiapkan untuk atasi stunting ini,” katanya.

Bidang Koordinator Puskesmas Batu 10 Tanjungpinang, Farida Tulfaraid, mengatakan, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk keberlangsungan anak kedepannya. Hal ini dikarenakan, pendampingan ibu hamil dan menyusui ini telah diajarkan bagaimana persiapan laktasi setelah sang ibu bersalin.

”Supaya ibu bisa memberikan asi sempurna sampai umur 2 tahun,” ujar Farida Tulfaraid.

Farida menyebutkan, Bidan Puskesmas Batu 10 ikut andil mendampingi ibu hamil hingga masuk persalinan. Sehingga, bidan selalu siaga dan bersiap apabila terjadi masalah.

“Jadi apabila ada masalah, kita langsung dibawa ke rumah sakit,” ucapnya.

Menurutnya, pentingnya dilakukan edukasi kepada masyarakat, karena setiap pasien memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Selain itu, perlunya support dari lingkungan keluarga kepada sang ibu agar terhindar dari stres.

”Tekanan dari keluarga juga membuat stres ibu ini untuk memberikan asli eksklusif pada bayinya,” katanya, mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....