Dishub Tanjungpinang Mulai Data dan Tata Ulang Trayek Angkutan Kota
- 19 Mei 2026 11:10 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tanjungpinang mulai melakukan pendataan dan penyusunan Rencana Umum Jaringan Transportasi Trayek Perkotaan (RUJTTP) sebagai langkah penataan ulang angkutan kota di Tanjungpinang. Penataan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan pola pergerakan masyarakat dan perkembangan kawasan permukiman maupun pusat keramaian baru, Selasa, 19 Mei 2026.
Kepala Bidang Angkutan Jalan Dishub Kota Tanjungpinang, Habibi, mengatakan, tahapan awal yang dilakukan saat ini adalah mendata kondisi angkutan kota yang masih beroperasi. Hal ini, baik dari sisi pelayanan maupun jumlah armada yang aktif.
“Pertama kita mendata kondisi existing angkutan kota yang ada terkait pelayanannya dan armada yang real beroperasi di Tanjungpinang,” ujar Habibi.

Menurutnya, penyusunan jaringan trayek dilakukan karena kondisi Kota Tanjungpinang terus berkembang, ditandai munculnya kawasan perumahan baru dan pusat aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah. Hal ini, dinilai perlu diimbangi dengan layanan transportasi umum yang menjangkau kawasan-kawasan tersebut.
“Tentu harus ada jaringan angkutan yang menghubungkan ke sana,” ucapnya.
Habibi menjelaskan, Dishub juga tengah memetakan potensi bangkitan dan tarikan perjalanan masyarakat sebagai dasar penyusunan kebijakan transportasi perkotaan. Hasil pemetaan tersebut nantinya akan menjadi rekomendasi kepada Wali Kota Tanjungpinang terkait penataan angkutan umum di daerah itu.
Selain penataan trayek, Dishub juga berupaya mengakomodasi kebutuhan angkutan pelajar guna mengurangi penggunaan sepeda motor oleh anak sekolah. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar.
“Sekarang kita berusaha mengoneksikan angkutan umum dengan pelayanan angkutan anak sekolah,” tuturnya.
Ia menambahkan, perubahan pola pergerakan masyarakat saat ini tidak lagi terpusat di kawasan pasar lama, tetapi sudah berkembang ke sejumlah kawasan baru seperti Bintan Center serta wilayah permukiman di Kilometer 11 hingga Kilometer 15. Sehingga, Dishub menilai perlu adanya trayek baru yang melayani kawasan tersebut.
Dishub Kota Tanjungpinang juga telah menjalankan trayek Bus Rapid Transit (BRT) yang menghubungkan Terminal Senggarang dan Terminal Dompak. Hal ini, untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan mahasiswa di wilayah tersebut.
“Sekarang sudah beroperasi, tinggal bagaimana kita terus melakukan sosialisasi agar minat masyarakat menggunakan angkutan umum meningkat,” ujarnya.
Terkait jumlah angkutan kota yang masih aktif, Habibi menyebutkan, pihaknya masih melakukan pendataan di lapangan bersama asosiasi angkot. Hingga saat ini, Dishub telah mendata sekitar 30 unit angkot yang masih beroperasi aktif di Kota Tanjungpinang.
“Kami tidak ingin angkot mati suri, nanti akan kita tata bersama para pengelola agar ada solusi yang sama-sama baik,” katanya, mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....