Kemenag Anambas Tekankan Kolaborasi Sukseskan Akreditasi 2026

  • 08 Mei 2026 16:37 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Anambas – Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Dasar dan Menengah (BAN-PDM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menggelar Sosialisasi Akreditasi jenjang DASMEN Tahun 2026, Jumat, 8 Mei 2026. Terkait peran vital Kemenag dalam mendukung akreditasi yang objektif, transparan, dan berkualitas.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kepulauan Anambas, Muhammad Nasir, menegaskan peran strategis Kemenag dalam mendukung akreditasi yang objektif, transparan, dan berkualitas. Dukungan tersebut difokuskan pada inovasi sistem serta peningkatan kapasitas satuan pendidikan.

“Kemenag berkomitmen penuh mengembangkan standarisasi dan pedoman yang mutakhir agar akreditasi berjalan konsisten,” ujar Muhammad Nasir.

Dirinya menjelaskan berbagai tantangan teknis di lapangan, terutama terkait kesiapan data dan keterbatasan jumlah asesor. Solusi yang ditawarkan mencakup panduan pengumpulan data terstruktur serta pola rekrutmen asesor berbasis kolaborasi.

“Kami dorong pendekatan yang solutif agar kendala di lapangan tidak menghambat proses akreditasi,” katanya.

Kegiatan sosialisai ini juga memperkenalkan implementasi Sistem Informasi Akreditasi Nasional (SIAN) 2.0 yang terintegrasi dengan data EMIS. Sistem tersebut dinilai mampu mempercepat alur pengajuan, penilaian, hingga penerbitan laporan secara otomatis.

“Pemanfaatan teknologi melalui SIAN 2.0 akan membuat proses akreditasi lebih efektif dan akuntabel,” tuturnya.

Kegiatan ini juga menekankan pentingnya sinergi antara madrasah, Kankemenag, LPMP, perguruan tinggi, dan Dinas Pendidikan setempat. Hal ini diperkuat dengan kehadiran Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Anambas yang menyatakan dukungan terhadap kesiapan sekolah di bawah naungannya.

“Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan akreditasi di daerah kepulauan,” ucapnya.

Sebanyak 19 satuan pendidikan jenjang SD, SMP, MI, dan MTs di Kabupaten Kepulauan Anambas tercatat menjadi peserta sosialisasi. Satuan pendidikan tersebut diminta segera menindaklanjuti panduan yang diberikan serta melengkapi dokumen pendukung akreditasi.

“Harapannya, seluruh sekolah dan madrasah siap menghadapi akreditasi 2026 dengan lebih matang,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....