Februari 2026 TPT Kepri Turun sebesar 0,02 persen poin
- 07 Mei 2026 10:17 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) pada bulan Februari 2026 sebesar 6,87 persen. Mengalami penurunan sebesar 0,02 persen poin jika dibandingkan dengan Februari 2025.
“Hal ini dapat diartikan bahwa terdapat sekitar 6–7 orang penganggur dari 100 orang angkatan kerja,” ujar Kepala BPS Kepri, Toto Haryanto Silitonga, Kamis, 7 Mei 2026.
Pada Februari 2026, TPT laki-laki sebesar 6,62 persen, lebih tinggi dibanding TPT perempuan yang sebesar 7,31 persen. TPT perempuan mengalami penurunan sebesar 0,39 persen poin dibandingkan Februari 2025, namun, TPT laki-laki mengalami peningkatan sebesar 0,22 persen poin dibandingkan Februari 2025.
“Apabila dilihat menurut daerah tempat tinggal, TPT perkotaan sebesar 7,12 persen, lebih tinggi dibandingkan TPT di daerah perdesaan sebesar 3,80 persen,” tuturnya.
Berdasarkan hasil Sakernas Februari 2026, penduduk usia kerja di Provinsi Kepulauan Riau mencapai 1.661,25 ribu orang, meningkat sekitar 27,94 ribu orang dibandingkan Februari 2025. Sebagian besar penduduk usia kerja merupakan angkatan kerja, yaitu sebanyak 1,109,14 ribu orang.
Sekitar 552,10 ribu orang termasuk kelompok bukan angkatan kerja. Komposisi angkatan kerja pada Februari 2026 terdiri dari 1.032,99 ribu orang yang bekerja dan 76,16 ribu orang yang menganggur.
“Dengan demikian, sepanjang periode Februari 2025 hingga Februari 2026 terjadi penyerapan tenaga kerja sebanyak 16,45 ribu orang,” ucapnya.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Februari 2026 sebesar 66,77 persen, turun sebesar 0,02 persen poin dibanding Februari 2025. Berdasarkan jenis kelamin, pada Februari 2026, TPAK laki-laki sebesar 85,22 persen, lebih tinggi dibanding TPAK perempuan yang sebesar 47,87 persen.
“Dibandingkan Februari 2025, TPAK laki-laki mengalami peningkatan sebesar 2,96 persen poin, sedangkan TPAK perempuan mengalami penurunan sebesar 3,14 persen poin,” tuturnya.
Pada Februari 2026, sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar, Industri pengolahan sebesar 21,89% dari total pekerja. Gabungan sektor administrasi pemerintahan, jasa pendidikan, dan jasa kesehatan sebesar 15,30%, Perdagangan besar dan eceran sebesar 14,36%, pola ini relatif sama dengan kondisi pada Februari 2025.
Pada Februari 2026, penduduk bekerja masih didominasi oleh pekerja berstatus buruh/karyawan/pegawai, yaitu sebesar 62,03%. Sementara pekerja dengan status pekerja bebas hanya sebesar 4,02% dibandingkan Februari 2025.
Kenaikan terbesar terjadi pada status berusaha dibantu buruh tetap, yaitu sebanyak 1,28 ribu orang. Penurunan terbesar terjadi pada status buruh/karyawan/pegawai, yaitu sebanyak 1,92 ribu orang.
“Kondisi tersebut turut mendorong penurunan proporsi pekerja formal sebesar 1,16 poin persen selama periode Februari 2025 hingga Februari 2026,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....