Masuknya Minimarket Nasional Dinilai Peluang Ekonomi di Tanjungpinang

  • 05 Mei 2026 17:13 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Rencana Pemerintah Kota menghadirkan waralaba minimarket nasional di Tanjungpinang menuai beragam tanggapan dari masyarakat. Kehadiran jaringan ritel nasional ini dinilai perlu dilihat dari sisi perputaran ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, bukan semata dalam perspektif persaingan usaha lokal.

Pengamat Kebijakan Publik Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), Alfriandi, menilai masuknya usaha franchise ke Tanjungpinang merupakan hal yang wajar selama tidak melanggar aturan yang berlaku. Menurutnya, kota Tanjungpinang sebagai ibu kota provinsi harus bersikap terbuka terhadap perkembangan ekonomi modern.

“Kita harus melihat ini dalam konteks kesejahteraan dan perputaran ekonomi, bukan dibawa ke ranah politik atau kekhawatiran yang berlebihan,” kata Alfriandi, Selasa, 5 Mei 2026.

Ia menegaskan, kekhawatiran bahwa waralaba minimarket akan mematikan usaha kecil dinilai tidak sepenuhnya tepat. Pengalaman di berbagai kota besar menunjukkan bahwa usaha kecil tetap dapat bertahan berdampingan dengan jaringan ritel modern.

“Jangan langsung berpikir sempit bahwa hadirnya franchise akan mematikan ekonomi warung-warung kecil, itu tidak selalu terjadi,” ucapnya.

Sejarah Kepulauan Riau (Kepri) sebagai daerah perdagangan seharusnya menjadi dasar berpikir masyarakat agar lebih terbuka terhadap perubahan. Sikap adaptif dan ofensif terhadap perkembangan ekonomi dinilai penting agar daerah tidak tertinggal.

“Kepri ini historisnya negeri perdagangan, jadi kita harus terbuka menerima perkembangan ekonomi,” tuturnya.

Kehadiran minimarket justru bisa menjadi ruang kolaborasi dengan pelaku UMKM lokal. Produk-produk khas daerah dapat dipasarkan melalui etalase modern sebagai bentuk promosi yang lebih luas.

“Kalau dikelola dengan baik, ini bisa menjadi tempat showcase produk UMKM Tanjungpinang agar lebih dikenal masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, selama regulasi ditegakkan dan pengawasan dilakukan, keberadaan minimarket dapat memberikan dampak positif bagi daerah. Ia mengajak masyarakat untuk melihat peluang kolaborasi daripada sekadar memandangnya sebagai ancaman.

“Mari kita berpikir kolaboratif, bukan alergi terhadap sesuatu yang bisa membawa manfaat ekonomi,” katanya, mengakhiri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....