Menerapkan Inovasi Teknologi Menekan Biaya Penanaman Padi yang Mahal

  • 30 Apr 2026 14:20 WIB
  •  Tanjungpinang

RRI.CO.ID, Tanjungpinang - Mengembangkan pertanian di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) bukanlah hal yang mudah. Namun, dengan edukasi dan pemanfaatan teknolgi, hal tersebut bukanlah menjadi penghalang.

Pelopor Pertanian Padi di Kepri, Ady Indra Pawenari, mengatakan produksi padi di Kepri memang cukup mahal, apalagi mayoritas penduduk Kepri berprofesi sebagai nelayan, untuk mengembangkan pertanian menjadi tantangan yang besar. Dalam mengedukasi masyarakat agar beralih menjadi petani membutuhkan biaya yang besar.

Pihaknya pernah mendatangkan petani dari Sulawesi Selatan dan Jawa untuk memberikan pendampingan kepada petani di Lingga. Tujuannya agar mereka dapat memahami cara bercocok tanam padi dengan benar dan biaya lebih murah.

"Untuk mendatangkan petani dari luar daerah itu biayanya cukup besar dan tidak mudah," ujar Ady Indra Pawenari, Kamis, 30 April 2026.

Dalam menekan biaya penanaman padi sekarang ini ada teknolgi yang dapat membantu mengurangi biaya penanaman. Salah satu, inovasi yang dapat diadopsi adalah sistem tanam benih langsung. Dengan sistem ini, proses penanaman menjadi lebih praktis, tidak perlu lagi menyamai bibit lalu memindahkannya ke sawah.

Dengan sistem pindah memerlukan lima orang menanam satu hektar dalam satu hari. Sementara dengan sistem tanam langsung satu orang saja sudah mampu menyelesaikan penanaman satu hektar dalam satu hari.

"Perbedaan jumlah tenaga kerja ini menunjukkan bahwa teknologi tersebut sangat efektif dalam membantu menekan biaya produksi dan meningkatkan produktivitas," katanya

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....